BANYUMAS- Gorong-gorong yang melintang di ruas Jalan HM Bahrun, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Rawalo, ambrol karena sudah tidak terawat lagi. Guna menghindari kecelakaan di ruas jalan provinsi tersebut, warga ”'menanam'' pohon pisang di lubang tersebut, kemarin.
Dari keterangan anggota Satpol PP Rawalo, Suryadi, amblesnya gorong-gorong tersebut terjadi pada Rabu (24/1), sekitar pukul 16.30. Kejadian tersebut menyebabkan banyak kendaraan berat antre.
"Gorong-gorong di situ (depan Kecamatan Rawalo-red) memang sudah tua dan jarang digunakan lagi sehingga ambles. Beberapa saat setelah ada lubang tersebut, kendaraan yang melewati jalan tersebut harus antre," ujarnya.
Membuat Laporan
Camat Rawalo, Drs Hartadi menjelaskan, setelah adanya kejadian tersebut kecamatan segera membuat laporan ke Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas serta Dinas Bina Marga Provinsi Jateng. "Pelaporan sudah kami buat dan sudah dilayangkan ke SDABM. Saat ini, kami masih menunggu penanganannya, karena menurut informasi perawatan jalan tersebut di bawah Bina Marga," katanya.
Dia mengemukakan, tindakan menandai lubang dengan pohon pisang tersebut menjadi langkah antisipatif untuk menghindari kecelakaan. Selama ini, jalan tersebut tidak pernah sepi karena menjadi jalan penghubung antardaerah.
"Gorong-gorong tersebut dahulunya digunakan sebagai drainase untuk membuang air di daerah rawa yang berada di sebelah utara. Meski kedalaman lubang gorong-gorong hanya sekitar 75 sentimeter, perlu diberi tanda tersebut. Sebab, jalur ini termasuk ramai," ucapnya.
Anggota Satpol PP Rawalo lainnya, Sobari mengatakan, selama siang kemarin sudah ada perwakilan dari Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Banyumas-Cilacap, yang menyurvei lokasi. "Setahu saya, mereka baru mengambil gambar dan mengamati jalan," ujarnya. (K10-64)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad