
REMBANG - Ombak besar disertai angin kencang kembali melanda Kawasan Bahari Terpadu (KBT) Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang Kota, Rabu (25/1) dini hari. Selain memporak-porandakan talud pembatas antara jalan perkampungan dengan laut, ombak besar juga mengakibatkan areal urugan di utara Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung kembali ambrol.
Jasman warga Tasikagung mengatakan, ombak besar mulai datang sejak Selasa (24/1) sore. Namun, ombak mirip tsunami kecil mulai menerpa kawasan KBT Tasikagung dan sekitarnya sejak Rabu dini hari. ‘’Ombak lebih tinggi dibandingkan ombak 9 Januari lalu. Ombak besar juga sempat merusakkan talud pembatas antara jalan dengan laut,’’ terang dia.
Dia mengatakan, selain menghancurkan talud, ombak juga sempat masuk ke rumah warga. ‘’Ombak bahkan sampai masuk ke rumah warga. Kami belum pernah mengalami kejadian ombak masuk ke rumah seperti ini sebelumnya,’’ terang dia.
Joko, warga lain mengatakan, warga sendiri pagi harinya langsung kerja bakti untuk membersihkan kotoran dan reruntuhan talud yang berserakan di jalan. ‘’Reruntuhan talud berupa pasir dan batu berserakan di jalan kampung. Selain itu juga banyak sampah yang dibawa oleh ombak semalam,’’ terang dia. (H19-42)
Puting Beliung Sapu Rumah Warga
KUDUS - Beberapa rumah di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, mengalami kerusakan akibat diterjang puting beliung pada Rabu (25/1), pukul 02.00. Genteng-genteng hancur, sehingga rumah-rumah dipenuhi air hujan.
Beberapa rumah yang mengalami kerusakan akibat puting beliung tersebut, antara lain miliki Alamul Huda, Karsani, Ny Mulud, Ruba’i, dan Jimah. ‘’Angin kencang terjadi pukul 02.00 hingga selesai shubuh,’’ ujar Mujiati (37), putri Jimah.
Rumah Jimah yang berada di RT 4 RW 2 Desa Loram Wetan tersebut kondisinya cukup memprihatinkan. Rumahnya basah oleh guyuran air hujan, sementara genteng utama rumah rusak cukup parah. ‘’Televisi juga rusak kena air hujan,’’ tambahnya.
Muttaqin, salah seorang warga mengutarakan, Jimah sehari-hari bekerja di Pabrik Rokok Gentong untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. ‘’Saat diterjang puting beliung, Mbah Jimah ada di rumah ditemani Aditya Mujiarso, salah satu cucunya,’’ ujarnya.
Angin kencang yang melanda Kabupaten Kudus sejak Rabu dini hari, mengakibatkan kerusakan rumah dan pohon-pohon tinggi di sepanjang jalan berbahaya bagi pengguna jalan. (H61-42)
(/)