
REMBANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng kembali mengimbau masyarakat di Kabupaten Rembang dan wilayah lainnya di Jateng untuk mewaspadai angin kencang selama empat hingga lima hari ke depan.
”Sebenarnya memang cukup ekstrem embusan angin yang dirasakan, khususnya tadi malam. Oleh karena itu, dalam empat hingga lima hari ke depan potensi angin permukaan cukup tinggi, perlu diwaspadai,” kata Asisten II Sekda Rembang Supraja SH, meneruskan imbauan tertulis dari BMKG Jateng yang dikirimkan ke Pemkab Rembang.
Dijelaskan, embusan angin dengan intensitas cukup signifikan itu disebabkan adanya tekanan rendah di sepanjang selatan Pulau Jawa. Kecepatan angin yang berembus di wilayah Rembang dua hari terakhir ini cukup kencang, yakni mencapai kurang lebih 20 hingga 25 kilometer per jam.
Kecepatan normal angin permukaan itu biasanya hanya 15 hingga 18 kilometer per jam. Sekarang naik menjadi 20 hingga 25 kilometer per jam, sehingga cukup membahayakan rumah penduduk, utamanya yang ada di daerah terbuka,” ujar pejabat itu.
Hembusan angin kencang tersebut, kata Supraja, juga akan berdampak pada suhu atau temperatur udara, sehingga akan lebih terasa dingin.”
Lebih Dingin
”Pengaruh angin kencang ini akan membuat lebih dingin, suhunya bisa mencapai 20 derajat Celcius. Perubahan suhu yang cukup ekstrem ini bisa mengganggu kesehatan warga,” katanya.
Karena itu, warga diimbau waspada menghadapi tiupan angin kencang ini. Beberapa hal yang penting diperhatikan misalnya adanya debu-debu beterbangan, patahan ranting atau pohon tumbang.
”Kondisi cuaca seperti ini harus disikapi dengan penuh kewaspadaan. Kita harus menjaga daya tahan tubuh, biar tidak terkena penyakit,” ujarnya.
Selain mengancam aktivitas warga di daratan, angin kencang juga membahayakan pelayaran. Sebab, kecepatan angin di atas 20 kilometer per jam bisa menimbulkan gelombang besar. Karena itu, nelayan diminta waspada menghadapi kondisi cuaca yang tak menentu ini. ”Kalau cuaca buruk jangan melaut, demi keselamatan,” jelasnya.
Dalam berita sebelumnya, angin kencang melanda daerah Rembang dan sekitarnya sejak Selasa (24/1) lalu, mengakibatkan belasan bangunan warung semipermanen dan rumah di Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem, rusak parah. Kejadian tersebut sempat membuat panik warga setempat. Untung, peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, kecuali kerugian material. (jl-60)
(/)