
BREBES - Puluhan kader PDIP Kabupaten Brebes melakukan aksi cap jempol darah di Sekretariat DPC PDIP, Jalan Taman Siswa, Brebes, Selasa (24/1).
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap pendaftaran H Agung Widyantoro SH MSi, dalam penjaringan cabup dan cawabup DPC PDIP Brebes.
Para kader dari berbagai ranting dan anak cabang itu menolak Agung mengikuti proses penjaringan di DPC, karena mereka merasa dikecewakan. Seperti diberitakan sebelumnya, Agung Widyantoro yang kini menjabat Bupati Brebes mendaftar di penjaringan cabup dan cawabup DPC PDIP.
Ketua DPD Partai Golkar Brebes itu mendaftar pada Kamis (19/1). Ia mengambil formulir pendaftaran dengan diwakilkan kepada salah satu pengurus Partai Golkar Brebes.
"Aksi ini spontan dan murni dari kader PDIP. Artinya, aksi tidak dikoordinir dan penolakan ini dari warga PDIP Brebes, bukan atas nama pribadi," tandas M Taufik, pengurus DPC PDIP, yang ikut melakukan aksi cap jempol darah.
Menurut dia, warga PDIP selama ini merasa dikecewakan. Agung menjabat wakil bupati dan akhirnya menjadi bupati diusung PDIP. Namun setelah menjabat, warga PDIP tidak diperhatikan.
"Ini sebenarnya yang melatarberlakangi penolakan kami."
Pengurus PDIP lainnya, Bambang Edi Prabowo menegaskan, kader PDIP menolak karena sakit hati. Agung saat menjadi wakil bupati berpasangan dengan Indra Kusuma sebagai bupati diangkat murni dari PDIP. Namun, selama ini tidak pernah ada perhatian dan kontribusi terhadap partai yang telah mengusungnya.
"Kami sebagai kader sangat kecewa. Kami secara tegas menolak," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, aksi pengumpulan tanda tangan dan cap jempol darah itu tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten. Namun demikian, hasil aksi itu nantinya akan ditindaklanjuti ke DPD Jateng dan DPP. "Yang jelas, ini nantinya akan kami bawa ke DPP sebagai bukti kader menolak Agung." Agung Widyantoro sendiri saat dimintai konfirmasi terkait masalah tersebut, tidak menjawab. (H38-48)
(/)