panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
20 Januari 2012
KJPP Bermasalah Masuk Daftar Hitam
  • Pembobolan BCA Rp 25 Miliar

SEMARANG- Bank Central Asia (BCA) memasukkan nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang membantu pembobolan kredit fiktif Rp 25 miliar ke dalam daftar hitam (blacklist). Empat KJPP itu dicoret dari daftar rekanan melalui keputusan BCA Pusat di Jakarta.

”Ini baru pertama terjadi di perusahaan kami. KJPP yang bermasalah sudah di-blacklist,” kata Kepala Cabang BCA Semarang Lukman Lie, Kamis (19/1).

Menurut Lukman, segala sesuatu mengenai KJPP memang ditentukan oleh pusat. BCA memiliki rekanan apraisal (penilai aset) sekitar 20 KJPP untuk menilai jaminan kredit di seluruh Indonesia. ”Pendaftaran KJPP baru, baik persyaratan maupun prosedur, sudah ditentukan oleh pusat. Cabang hanya melaksanakan,” katanya.

Seperti diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menetapkan empat tersangka tambahan dalam kasus pembobolan BCA senilai Rp 25 miliar.

Keempatnya adalah DP (30) dari KJPP Arief & Rekan, warga Pandean Lamper, Semarang Selatan; IZ (51) dari KJPP Tri Santi & Rekan, warga Jalan Gajah Raya, Gayamsari; MTP (40) dari KJPP Gunawan, warga Mangunharjo, Tembalang; serta BW (32) dari KJPP Sih Wiryadi, warga Padangsari, Banyumanik.

Enam Orang

Total tersangka kini menjadi enam orang. Sebelumnya, penyidik telah menahan Soeryo Antoro Soerjanto (47), warga Perumahan Puri Anjasmoro, Tawangsari, Semarang Barat, dan Account Officer (AO) senior BCA Pemuda, Dedi Rianto (38) warga perumahan Graha Padma, Semarang Barat.

Empat orang penilai aset itu bekerja sama dengan Soeryo dan Dedi menaikkan harga taksiran. Nilai aset yang sebenarnya tidak mencapai Rp 10 miliar, di mark up menjadi Rp 25 miliar. Akibatnya, BCA merugi Rp 10,871 miliar. Namun, empat tersangka tambahan itu belum ditahan.

”Kami akan memeriksa empat tersangka itu pekan depan. Surat panggilan sudah dilayangkan,” kata Firli didampingi Kasubdit I Ekonomi Khusus dan Perbankan AKBP Roma Hutajulu. (H68,J12,J8-43)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER