panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Perempuan
18 Januari 2012
Anakku Dibesarkan dalam Ketakaburan
Tanya: Saya seorang  karyawati kantor swasta. Suami bertugas di luar kota. Dua minggu atau sebulan sekali ia pulang.
Kami sudah punya anak satu berusia empat tahun, dan kami tinggal bersama mertua. Karena  pembantu yang biasa mengasuh anak pulang kampung, maka  untuk  sementara  yang menggantikan tugas mengasuh anakku adalah kemenakan suami dan diawasi oleh ibu mertua.

Sebagaimana  umumnya seorang nenek, ibu mertua sangat sayang pada anakku. Karena  hanya anakku yang  tinggal bersamanya, sedangkan  cucu dari anak-anak lainnya ada di luar kota. 

Keluarga suami termasuk orang terpandang dan berkecukupan. Hal ini  berdampak pada cara mendidik anak  saya, dengan mengajarkan bahwa  keluarga suami adalah lebih mulia dibanding anak-anak  di sekitar tempat tinggal  mertua  yang kebetulan perkampungan. Bahkan untuk berteman di sekolah, ibu mertua juga memberi petunjuk kepada kemenakan agar anakku bergaul dengan  yang sepadan.  Melihat sikap takabur yang ditanamkan pada anak saya itu, saya  sedih karena  tidak ingin anak saya tumbuh menjadi anak yang sombong. Saya ingin meluruskan sikap ibu mertua itu, tetapi khawatir ia tersinggung atau menganggap  saya menggurui.

Sewaktu hal itu saya sampaikan  kepada suami, ia  mengatakan kalau anak  sudah besar kelak kan bisa  memikirkan mana yang baik. Bagaimana sebaiknya  Bu, apakah kami menyerahkan saja pada kemauan ibu mertua atau perlu mengubah cara  pendidikan yang seperti itu. (Ny Lia )

Jawab: Ibu Lia, pendidikan yang dimulai sejak kecil akan terekam dalam ingatan anak. Ibarat menorehkan tinta dalam kertas putih, maka usaha pendidikan sewaktu kecil itu perlu dilakukan secara terencana dan hati-hati. Karena akan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak.  Pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan di masyarakat. Karena itu, perlu ada keselarasan dalam menanamkan nilai-nilai luhur bagi anak, dari tiga lingkungan pendidikan tersebut.

Ibu  beserta suami, sebagai orang tua anak, perlu  mengambil peran  sebagai penentu arah dalam mendidik anak.  Mungkin selama ini Bu Lia dan suami sibuk dengan pekerjaan, sehingga lebih banyak menyerahkan pendidikan anak ke guru sekolah dan mertua. Agar tidak kehilangan kesempatan, maka Bu Lia perlu mengatur waktunya agar bisa terlibat dalam pendidikan anak. Sedikit demi sedikit ibu perlu mengubah arah pendidikan yang selama ini cenderung diskriminatif  dan bersifat takabur. Misalnya pada hari libur, anak diajak ke panti asuhan dan diperkenalkan dengan anak- anak  yang  kurang beruntung  agar anak bisa bersyukur  karena diberi anugerah rezki yang cukup  oleh Allah, dan  masih punya orang tua, dan nenek yang mengasihi .

Bersama suami, biasakanlah anak mengenal dan bergaul dengan anak-anak lain yang  tingkat ekonomi maupun sosialnya  rendah.  Melalui contoh dan teladan dari Bu Lia dan suami, anak  akan  memperoleh masukan lain yang  diharapkan bisa mengubah kecenderungan bersifat takabur. Semua perlu proses, dan  ibu perlu menjalin komunikasi lebih intensif dengan anak, agar bisa memantau perkembangan kepribadiannya  tanpa harus  menggurui ibu mertua. Jangan lupa selalu memohon petunjuk dan kekuatan  kepada Allah, agar  ibu beserta suami bisa mendidik anak sehingga menjadi anak yang saleh  dan bermanfaat. (24) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER