panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
07 Januari 2012
DEBAT : "Aksi sondang Hutagalung"
Sondang Cukup yang Terakhir
  • Meilan Arsanti : Mahasiswi Pascasarjana Unnes (Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia)
SUDAH hampir sebulan sejak peristiwa bakar diri Sondang berlalu, tapi mana efek dari aksinya? Tidak ada apa-apa, adem-ayem, dan pemerintah juga biasa saja. Apa ini hasil sebuah pengorbanan yang tidak berarti? Sungguh ironis memang, pengorbanan seorang anak bangsa yang mengkritik negara sama sekali tidak bermakna. Rasanya benar jika aksinya memang sia-sia belaka karena fakta menujukkan benar adanya.

Harimau mati meninggalkan belang dan gajah mati meninggalkan gading, lalu Sondang mati meninggalkan apa? Rupanya meninggalkan nama di kampusnya. Terbukti dengan pengubahan nama Gedung Peradilan Semu menjadi Gedung Sondang Hutagalung sebagai tempat para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno berlatih peradilan. Itulah wujud penghargaan atas aksi tersebut dari almamaternya.

Aktivis yang mengekor Munir ini banyak mendapat cibiran dari khalayak. Seorang intelek sekaliber mahasiswa ternyata berkenan melakukan tindakan bakar diri di depan Istana Negara. Sebuah pengorbanan nyawa dari kaum akademis yang tidak berfikir kritis. Sebenarnya apa motivasi di balik itu? Apa benar untuk memberi gebrakan pada pemerintah? Apa karena ada unsur politis? Apa hanya mencari simpati saja? Hingga kini pun motif itu tertutup rapat dan hanya Sondang yang tahu. Lantas apakah pengorbanannya patut kita apresiasi atau kita hujati atau bahkan kita hakimi?

Menurut saya, tidak adil rasanya jika kita memandang sebelah mata. Tidak adil pula jika kita ikut menghujat dan menghakiminya. Mata kiri boleh saja menghakimi, tetapi mata kanan patut memuji. Aksi Sondang Hutagalung memang luar biasa. Ia berani berkorban nyawa demi menuntut bangsa. Suara anak bangsa yang selayaknya didengar dan direalisasikan selagi di jalan yang benar. Sebagai generasi muda kita wajib bersuara kepada negara. Akan tetapi, bersuara dengan aksi intelek akan lebih bermakna daripada berkorban sia-sia tanpa fakta. Aksi bakar diri Sondang cukup yang terakhir. Jangan lagi ada tamparan hebat yang menghujani bangsa ini dengan aksi yang tidak terpuji. Ini semua pelajaran bagi kita semua agar berpikir dahulu sebelum bertindak.(24)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER