panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kesehatan
04 Januari 2012
Koreksi Penglihatan lewat Pencangkokan Lensa
GANGGUAN penglihatan umumnya disebabkan masalah optis (optical problems) atau kesalahan refraktif (refractive errors). Gangguan ini terdiri atas empat kelompok besar, yaitu myopia (rabun jauh), hyperopia (rabun dekat), astigmatism (silindris) dan presbyopia (rabun tua).

Dalam beberapa kasus, setiap orang harus bergantung pada alat bantu optis. Misalnya, kacamata atau lensa kontak sepanjang hidupnya, kecuali jika mereka menjalani operasi refraktif (refractive surgery), yaitu operasi mata yang bertujuan memperbaiki kelainan refraktif. Kemajuan bidang kedokteran mata akhir-akhir ini, telah memungkinkan orang dewasa terbebas dari pemakaian alat bantu penglihatan.

Semua sasaran operasi refraktif ditujukan untuk mendapatkan penglihatan yang jernih dengan cara memfokus ulang cahaya ke retina untuk mendapatkan bayangan yang jernih. Tergantung dari kelainan refraktif yang anda alami, dokter akan merekomendasikan jenis operasi refraktif yang cocok untuk anda.

Lasik

Lasik (laser in-situ keratomileusis), sebuah prosedur operasi refraktif yang paling populer saat ini, untuk mengkoreksi myopia, hyperopia dan astigmatism. Kesuksesan prosedur ini berkat keamanan, efektivitas dan pemulihan penglihatan yang cepat dengan tingkat ketidaknyamanan pasien sangat minimal. Fenomena prosedur pengoperasian ini telah menyebar di banyak negara hanya dalam kurun waktu satu dekade.

Kornea, bagian mata yang bening, memegang peran sentral dalam Lasik sebagai pengendali dua per tiga seluruh kekuatan refraktif (focusing) mata dan selebihnya dikendalikan lensa alami yang ada di dalam mata.

Dengan memodifikasi bentuk kornea, mengakibatkan perubahan status refraksi mata. Inilah prinsip dasar Lasik dan hampir semua koreksi penglihatan dengan laser lainnya. Misalnya photorefractive keratectomy (PRK) dan epi-LASIK.

Salah satu contoh kasus, Carrie (29), seorang wanita asing yang bekerja di Singapura. Malang baginya, kornea mata kanannya terinfeksi bakteri akibat penggunaan lensa kontak untuk mengatasi rabun jauhnya. Mata kanannya menjadi merah dan sakit, sehingga berpengaruh pada penglihatannya.

Dalam kecemasan, dia merasa lebih tertekan ketika disarankan untuk berhenti memakai lensa kontak untuk selamanya sebagai pencegahan risiko infeksi selanjutnya. Keadaan diperparah dengan rencana pernikahannya yang tinggal beberapa bulan lagi dan dia tidak mau tampil berkacamata di hari istimewa itu.

Tetapi, dia kembali bergairah ketika saya katakan untuk mempertimbangkan Lasik setelah infeksinya sembuh. Carrie sangat beruntung, mata kanannya merespon baik obat antibiotik yang saya berikan. Saya kemudian lakukan operasi Lasik pada mata kirinya sebulan kemudian. Sedangkan mata kanannya harus menunggu bulan berikutnya lagi agar dapat memastikan korneanya benar-benar sembuh.

Dari hasil pemeriksaan terakhir sebelum dia pulang untuk pernikahannya, Carrie sangat girang dan bersemangat. Melalui Lasik, dia telah mendapatkan penglihatan yang sempurna.

Lensa Kontak Tanam

Kira-kira 10 persen dari orang-orang yang meminta koreksi penglihatan dengan laser, tidak dapat menjalani prosedur tersebut akibat beberapa faktor yang kebanyakan karena kondisi kornea yang tipis dan mata kering pada kondisi berat. Untuk pasien seperti itu, ada satu alternatif lain yang tepat, yaitu pemakaian lensa kontak tanam (implantable contect lens - ICL).

Lensa kontak tanam, yakni sejenis lensa yang dirancang untuk berada di dalam mata, tidak perlu dibersihkan atau perawatan lain. Meski ICL ditujukan untuk ditempatkan di dalam mata secara permanen, tetapi  dapat dengan mudah diambil atau diganti jika perlu.

Dibanding dengan Lasik, ICL dapat memberikan koreksi refraksi yang lebih tinggi dan umumnya dapat memberi penglihatan lebih, terutama pada koreksi dengan kekuatan tinggi. Pihak militer Amerika Serikat telah merangkul ICL, karena pencapaian kejernihan visual yang dapat diandalkan.

Contoh kasus terjadi pada Susan (46) yang mengalami masalah penglihatan hampir sepanjang umurnya. Untuk mengatasi myopianya yang tinggi dan astigmatism, dia harus memakai kacamata tebal dan berat, mengganggu dan selalu merosot ke hidungnya.

Koreksi Penglihatan

Biasanya kepalanya pusing setelah memakainya terlalu lama. Lensa kontak, meski lebih nyaman, tetapi tidak menghasilkan penglihatan tajam akibat tidak terkoreksinya astigmatism. Di samping itu, presbyopia yang berkaitan dengan faktor usia menjadikan pandangan jarak dekatnya kabur.

”Tolong agar saya bisa melihat tanpa kacamata,” pinta Susan diawal konsultasinya. Lasik bukan pilihan baik baginya, karena tidak dapat sepenuhnya mengoreksi myopia yang tinggi dan astigmatism yang dialaminya.

Seperti pada setiap operasi, pasien mungkin mengkhawatirkan rasa sakit yang akan dialaminya. Tetapi berita bagusnya, operasi Lasik dan ICL hanya memerlukan  waktu 10 - 15 menit saja.

Selanjutnya hanya diperlukan sedikit obat tetes mata yang nyaris tidak terasa. Meski tetap sadar selama operasi Lasik, pasien hanya melihat cahaya berkelip, tidak ada selain itu. Bahkan setelah operasi, hanya sedikit terasa sakit yang dapat diabaikan. Pasien pun dapat kembali ke pekerjaan rutinnya pada keesokan harinya.

Sebelum anda mengawali perjalanan menuju penglihatan yang jernih, penting dilakukan pemeriksaan mata yang lengkap oleh seorang dokter mata berpengalaman. Tujuannya, untuk menentukan teknik operasi yang paling sesuai untuk penglihatan anda. (32)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER