panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
31 Desember 2011
DEBAT : "Aksi Sondang Hutagalung"
Perjuangan yang Salah Arah
  • Mustaghfirin : Mahasiswa Fakultas Tarbiyah STAIN Kudus
SONDANG Hutagalung moncer namanya setelah aksi bakar diri yang menghebohkan semua lapisan masyarakat, termasuk akademisi. Betapa tidak, aksi mahasiswa semester delapan Universitas Bung Karno (UBK) ini telah mewarnai tren demonstrasi yang dipelopori kaum intelektual dewasa ini.

Sepak terjangnya sungguh berbeda dari tren demonstrasi sebagaimana lazimnya. Ya, membakar dirinya sendiri hidup-hidup. Atas aksinya tersebut, sampai-sampai universitas tempat dia kuliah, menyematkan titel sarjana anumerta (kehormatan) di pundaknya.

Tak hanya cukup sampai di situ, gedung tempat para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno berlatih peradilan yang dahulu bernama Gedung Peradilan Semu, kini diubah namanya menjadi Gedung Sondang Hutagalung.

    Sebagai akademisi, saya sangat kurang sependapat dengan aksi mahasiswa ber-IP rata-rata 3,5 ini. Pengorbanan yang sia-sia kalau boleh dikata. Memang benar, bahwa aksinya menjadi pendobrak para petinggi negeri, khususnya para penegak hukum, akan tetapi, menurut hemat saya, euforia ini hanya seumur jagung. Para petinggi dan masyarakat pun lambat laun akan melupakannya di tengah isu-isu strategis lain yang lebih menarik untuk diperbincangkan.

Seorang akademisi yang baik harus memperhatikan plus muinus, baik buruk dalam melangkah ke depan. Jangan sampai jejak kita yang nyleneh justru menjadi ikon masyarakat yang selanjutnya menimbulkan sikap antipati terhadap kelaziman. Mereka cenderung mencari hal-hal yang bersifat sensasi guna keluar dari kelaziman sebagaimana tersebut di atas.

Saya percaya, tidak ada satu pun agama di dunia yang mengajarkan kekerasan dalam menyelesaikan masalah, termasuk melukai diri sendiri. Ajaran-ajaran agama selalu berpihak kepada kasih sayang dan welas asih tanpa mencederai diri. Inilah intinya. Jangan hanya karena emosi sesaat dan niat berjuang menegakkan keadilan yang keliru lantas menjadikan kita salah arah dalam berjuang. (24)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER