SONDANG Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno, melakukan aksi bakar diri, dan meninggal. Sondang pernah menjabat sebagai pemimpin Himpunan Advokasi Study Marhaenis Muda untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia (Hammurabi), yang merupakan komunitas sahabat Munir.
Kita tahu, mahasiswa identik dengan berbagai aksi. Mereka ingin tetap kritis terhadap jalannya pemerintahan, terutama terkait segala kebajikan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat luas.
Pertanyaannya, mengapa aksi bakar diri Sondang ini menarik perhatian? Oleh beberapa kelompok aktivis, aksi nekat Sondang ini disimpulkan sebagai aksi protes terhadap kondisi bangsa.
Aksi Sondang ini kemudian memicu demo dan protes terhadap pemerintahan Presiden SBY. Banyak yang pro terhadap aksi Sondang. Hingga kini pun, tidak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui apa motivasi Sondang hingga membakar dirinya sendiri.
Hingga kini belum ada surat wasiat yang ditemukan atas namanya sebelum dia melakukan aksinya. Yang terjadi kemudian, semua orang hanya menerka, mengapa Sondang memilih dirinya menjadi martir untuk membuat sebuah perubahan? Minimal, ini yang dapat disimpulkan atas tujuan protes diam Sondang yang mengorbankan dirinya.
Kita jadikan protes diam bakar diri Sondang sebagai peringatan dalam melaksanakan sistem demokrasi yang cerdas, mengedepankan hak asasi manusia seperti yang kita kehendaki bersama. Kita perlu berfikir positif agar semangat Sondang menyadarkan dan menggugah kita bersama untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya. (24)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad