panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kesehatan
28 Desember 2011
Endometriosis Derita Wanita Sosialita
  • Oleh Dito Anurogo
BANYAK sosialita mancanegara menderita endometriosis. Sebutlah mulai Anthea Turner, Dolly Parton, Julie Ann Hough, Lacey Schwimmer, Marilyn Monroe, Matsuura Aya, Padma Lakshmi, Susan Sarandon, hingga Ratu Victoria. Gejala utamanya hanya dua: nyeri dan sulit memiliki keturunan. Bahkan, ada yang tanpa gejala. Bagaimana mengatasi fenomena ini?

Endometriosis berarti jaringan endometrium berada di luar rongga rahim. Pernah dianggap penyakit wanita karier sebab dijumpai pada 6-10% usia reproduktif. Namun anggapan itu berubah setelah faktanya sekarang remaja dan wanita pascamenopause juga dapat menderitanya.

Prevalensi (angka kejadian) endometriosis 0,5-5% pada wanita subur dan 25-40% pada wanita infertil. Setiap tahun sekitar 4 dari 1000 wanita dirawat di rumah sakit. Di Indonesia, 10-15% wanita menderita penyakit ini.

Terapi endometriosis relatif mahal. Di USA, diperkirakan biaya perawatan penderita mencapai 579 juta dolar Amerika pada tahun 1992. Mungkin ini yang menyebabkan endometriosis dikenal sebagai penyakit wanita sosialita.

Untungnya, endometriosis tergolong jinak karena sembuh spontan pada sepertiga wanita yang tidak dirawat secara aktif, dan angka kejadian kanker ovarium (indung telur) pada penderita di bawah 1%.

 Potret Klinis

Kebanyakan penderita tidak ada gejala apapun, sehingga merasa sehat dan tenang-tenang saja. Bila disertai keluhan, maka yang utama berupa nyeri panggul dan belum/sulit punya keturunan (infertility). Gejala khas lainnya: nyeri yang terjadi beberapa hari menjelang haid, puncaknya di hari pertama dan kedua siklus, menghilang setelah berhenti, terkadang disertai mual, muntah, dan perdarahan abnormal. Nyeri ini mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga perlu obat penghilang rasa nyeri.

Selain itu, juga ada nyeri senggama, perut, sakit/nyeri punggung, saat buang air kecil/buang air besar, siklus haid kurang teratur. Semua ini dapat berlangsung menahun.

Endometriosis dapat dijumpai dimana saja, di organ kelamin bagian dalam, kandung kemih, usus, peritoneum (selaput rongga perut), paru-paru, pusar, mata, dan otak. Bila berada di rongga panggul, maka nyeri terasa merata di perut, seolah melilit, dapat disertai mual, muntah, hingga pingsan. Bila berada di paru-paru, maka terasa di dada, sesak, dapat disertai batuk berdarah. Bila berada di otak, maka kepala terasa sakit yang hebat, bahkan pingsan.

Nyeri senggama berarti rasa sakit menetap dan berulang di alat kelamin (vagina, labia atau bibir vagina), atau daerah pelvis (rongga panggul) setelah atau saat bersenggama. Nyeri senggama ini dapat dirasakan di bagian vagina atau di bagian bawah panggul, timbulnya sejak pertama kali bersenggama (pada nyeri primer) atau setelah pernah merasakan kenikmatan seksual (pada nyeri sekunder).

Perlu waspada endometriosis bila muncul nyeri menjelang, di hari pertama, dan kedua puncak siklus menstruasi. Nyeri haid usia remaja, wanita yang belum juga hamil meski sudah minum obat dokter, juga patut diduga menderita endometriosis.

Dokter memastikan diagnosis, stadium, tipe lesi endometriosis dengan pemeriksaan laparoskopi. Bila ditemukan kista coklat, maka dikatakan stadium IV (berat). Pemeriksaan serum cancer antigen (CA-125) secara rutin belum direkomendasikan. Cara paling sederhana adalah uji fungsional dengan analog GnRH.

Solusi

Endometriosis dapat diatasi dengan obat, misalnya: agen progestasional, kontrasepsi oral, agen antigonadotropic, analog gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Obat golongan aromatase inhibitor anastrozole efektif mengobati wanita dengan endometriosis paska-menopause yang berat dan endometriosis berat pada wanita pre-menopause. Pemberian obat harus seijin dokter, mengingat efek sampingnya.

Untuk infertilitas stadium awal, diatasi dengan hiperstimulasi sel telur dengan inseminasi intrauterin. Untuk stadium lanjut, dilakukan fertilisasi in vitro didukung terapi hormon (analog GnRH).

Terapi terbaru adalah dengan memerkuat NK (Natural Killer) menjadi LAK (Lymphokine Activated Killer)., dengan cara mengeluarkannya dari peredaran darah, lalu mereaksikannya dengan komponen sistem imun, yaitu interleukine-2 (IL-2).

Bila belum sembuh dengan obat, maka perlu dipertimbangkan laparoskopi operatif atau ablasi lesi endometriotic plus laparoscopic uterine nerve ablation (LUNA).

Pencegahan endometriosis dilakukan dengan berpola hidup sehat, menghindari junk food dan polusi. Mudah, kan? (11)


— dr.Dito Anurogo, berkarya di RS Keluarga Sehat Pati, Penulis Buku ”Cara Jitu Mengatasi Impotensi''

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER