panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Perempuan
21 Desember 2011
Perempuan sebagai Tiang Negara
  • Oleh Nurcholish

SETIAP tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Ibu merupakan kunci pokok dalam kehidupan rumah tangga. Di tanggannyalah, seorang anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Momentum istimewa itu sebagai bukti bahwa perempuan mempunyai peranan yang sangat urgen dalam perjalanan sejarah suatu bangsa. Bukan itu saja, beberapa istilah yang ada, seperti ibu kota, ibu pertiwi, ibu jari, bahasa ibu dan lain-lain, menegaskan dan memperkuat jati diri seorang perempuan (ibu).

Tuhan menciptakan kaum Hawa (perempuan) sebagai hiasan dunia sekaligus untuk mendampingi kaum pria. Namun demikian, perempuan juga dapat menjadi racun dan membuat kerusakan di dunia, apabila mereka tidak dapat memelihara moralnya. Di dalam ajaran Islam, perempuan diibaratkan sebagai tiang negara. Artinya, apabila kaum perempuan dalam suatu negara berakhlak baik, maka akan baik keadaan negaranya. Dan apabila perempuan dalam suatu negara berakhlak buruk, maka akan buruk pula negara tersebut. Atau dengan kata lain, meminjam istilah Napoleon Bonaparte, kemajuan perempuan adalah ukuran kemajuan negeri.

Lebih jauh secara gamblang Falsafah Jawa menjelaskan, kaum perempuan diibaratkan sebagai ’’pangkon’’, sementara kaum pria dilambangkan huruf-huruf Jawa: ha, na, ca, ra, ka, dan seterusnya. Huruf-huruf tersebut masih tetap ’’hidup’’ atau vokal, apabila di-taling, di-taling-tarung, di-pepet dan di-suku. Akan tetapi kalau sudah di-pangkon akan menjadi mati atau konsonan.

Pengaruh

Penafsiran dari perlambang tersebut, bahwa kaum perempuan yang mempunyai kodrat lebih lemah dari kaum pria, ternyata mempunyai kekuatan ’’ajaib’’ yang dapat membuat kaum pria tidak berdaya, bahkan kehilangan akal sehat dan keimanannya (Tafjani, 2010).

Tak bisa dimungkiri, perempuan memiliki pengaruh yang signifikan dalam kehidupan, baik menyangkut kekuasaan, sistem dalam kehidupan, kebijakan-kebijakan penguasa pun bisa berubah karena perempuan. Beberapa peristiwa dapat dikemukakan di sini sekadar untuk menggambarkan asumsi tersebut.

Dalam sejarah Islam, cerita Qobil dan Habil sebagai manusia generasi kedua putra Nabi Adam AS harus berkelahi memperebutkan seorang perempuan yang mengakibatkan salah seorang terbunuh. Menurut cerita, riwayat berdirinya kerajaan Singasari, karena pesona Ken Dedes membuat Ken Arok gelap mata merebut kekuasaan sehingga mengakhiri hidup kepala daerah Tumapel (cikal bakal Singasari) Tunggul Ametung.

Sejarah di Indonesia pernah menjadi pembicaraan yang hangat, berkaitan dengan pengaruh perempuan di seputar kekuasaan. Konon, sampai sang penguasa yang sangat berkuasa itu justru menjadi boneka seorang perempuan. Si istri sang penguasa itu justru the real president, dan berkuasa serta memiliki otoritas penuh. Si penguasa, yang kebetulan suaminya, hanyalah sebagai boneka, yang menjalankan titah istrinya yang selalu berada di belakang layar, dan seakan tidak tampak pengaruhnya.

Tiang Negara

Dalam perjalanan sejarah kehidupan modern pun tidak jauh berbeda, beberapa pejabat di negeri ini banyak yang kehilangan pangkat dan jabatannya disebabkan bujuk rayu perempuan. Seorang pejabat melakukan korupsi dan kolusi, karena desakan dan tuntutan konsumerisme istrinya atau istri simpanannya. Bahkan seorang kandidat Presiden Amerika gagal dan tidak mendapat dukungan karena terlibat kasus perempuan.

Nasib perempuan di masa lalu memang tragis, namun di zaman modern saat ini, perempuan telah banyak menunjukkan eksistensinya dalam dunia publik, baik sebagai kepala negara, menteri, maupun direktur. Mereka terjun dalam dunia politik praktis. Pekerjaan yang dilakukan laki-laki pun, perempuan bisa menjalankannya.

Dalam sejarah perkembangan manusia, perempuan mempunyai kedudukan yang begitu tinggi dan penting. Hal ini dapat kita lihat dalam Alquran dan Sunnah Rasul yang menerangkan tentang fungsi, kedudukan dan peranan kaum perempuan. Bahkan dalam Alquran terdapat satu surat tentang perempuan, yaitu Surat An-Nisa yang berarti perempuan.

Rasanya tidak dapat disangkal lagi bahwa peranan dan kedudukan perempuan begitu penting dalam kehidupan manusia, sehingga muncul istilah, ’’Wanita adalah tiang negara’’ dan ’’Surga itu di bawah telapak kaki ibu’’. Lantas perempuan seperti apa yang tinggi derajatnya? Menurut Rasulullah, ’’Dunia ini adalah harta, dan sebaik-baik harta benda adalah wanita yang saleh.’’ (Hadis riwayat Muslim).

Kriteria wanita salehah dapat dilihat dalam Alquran Surat An-Nisa: 34 dan Surat An-Nur: 31; antara lain adalah: beriman kepada Allah, taat pada suaminya (bagi yang menikah), menjaga kehormatan diri, menutup aurat, tidak memperlihatkan perhiasan dan aurat yang dapat merangsang , dan tidak suka melihat sesuatu yang tidak halal. (24)


—Nurcholish, alumnus Pascasarjana UII Yogyakarta.

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER