
COBA Anda bayangkan sebuah bandara tanpa ada antrean imigrasi yang panjang, dengan pemeriksaan keamanan yang cepat, dan tidak ada proses check-in bagasi yang umumnya membutuhkan waktu lama. Singkatnya, bandara yang menyenangkan, efisien, dan bebas stres. Mimpi? Tentu tidak, karena hal ini bisa diwujudkan pada 2025.
Riset Strategi CAP, perusahaan riset dan konsultasi dalam bidang penerbangan telah memprediksi perubahan dramatis di bandara sebagai respons dari keinginan para wisatawan.
''Penumpang pesawat tidak lagi menikmati perjalanan udara, terutama di Eropa dan Amerika Serikat, karena penerbangan memerlukan biaya banyak, mengakibatkan stres dengan proses check in bagasi yang rumit serta membuang-buang waktu dan kenyamanan,'' bunyi laporan dari CAP seperti dikutip CNNGo, Rabu (14/12/2011).
''Bandara dan juga maskapai penerbangan tentu harus beradaptasi untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan permintaan pasar,'' lanjutnya.
Berikut adalah prediksi mengenai bandara masa depan yang tercantum dalam laporan CAP:
* Tak ada lagi counter check in di bandara.
Penumpang dapat melakukan check in dari rumah atau kantor masing-masing melalui jaringan online. Hal ini bahkan sudah diaplikasikan di beberapa maskapai, seperti Easyjet di Eropa dan Qantas serta Ryanair. Hal ini tentu memudahkan penumpang tanpa harus repot-repot mengantre untuk check in.
* Mempercepat jalur imigrasi.
Dengan adanya E-passport, penumpang tidak lagi harus mengantre di counter imigrasi, namun hanya tinggal menempelkan paspor dan kartu identitas ke pemindai imigrasi. Hal ini juga sudah mulai dikembangkan di Amerika Serikat dengan INSPASS, dan Bandara Heathrow, London dengan sensor matanya.
* Pemeriksaan keamanan yang cepat.
Penumpang atau pengguna bandara yang cukup rutin menggunakan maskapai atau melewati bandara akan diberi tanda ''pelanggan terpercaya'', sehingga dengan mudah melewati barisan pemeriksaan keamanan.
* Tidak diperbolehkan membawa bagasi.
Lamanya check-in bagasi membuat kerepotan sendiri pada penumpang. Di masa depan, penumpang akan dilarang membawa banyak bagasi yang lebih daripada yang bisa dibawa ke kabin pesawat. Penumpang akan diberi fasilitas untuk mengirim bagasinya melalui kargo. Hal ini akan mempercepat proses masuknya penumpang ke pesawat, dan juga meringankan beban pesawat sehingga ongkos bahan bakar akan berkurang dan mengurangi biaya pesawat secara keseluruhan.
* Proses boarding yang baru.
Maskapai akan melakukan pembenahan mengenai boarding yang lebih mudah dan cepat sehingga dapat mengurangi frekuensi keterlambatan pesawat.
* Tidak akan ada toko, hanya ruang pameran.
Bandara masa depan tidak lagi dipenuhi banyak toko, melainkan hanya sebuah ruang pameran. Apabila penumpang berminat membeli, dapat dilakukan proses pembelian dengan cara online.
* Bandara akan beroperasi 24 jam sehari.
Bandara masa depan akan beroperasi selama 24 jam sehingga mengurangi kesibukan dan kepadatan jam penerbangan. (Astrid Primatania -24)