panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
17 Desember 2011
Identitas Kultural ”Kayakiye”
  • Oleh Abdul Aziz Rasjid


TEKNOLOGI informasi menciptakan dunia pengalaman yang bisa mencairkan batas geografi lewat situs jejaring sosial semacam facebook misalnya, sehingga seseorang dapat berkomunikasi dengan orang di benua lain.

Penguasaan teknologi informasi, akhirnya juga memungkinkan seseorang menciptakan situs jejaring sosial yang diidealkannya, entah itu sekadar menyangkut persamaan minat, profesi, atau upaya mengenalkan dan menjaga identitas budaya.

Perihal yang saya sebut terakhir itulah yang mungkin menjadi latar belakang penciptaan situs jejaring sosial Kayakiye, yang dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan ”seperti ini”.

Sepintas tampilan perwajahan situs ini memang tak jauh berbeda dari tampilan facebook yang didominasi warna biru dengan menampilkan gambar peta dunia. Hanya dalam Kayakiye, peta Indonesia berwarna lebih pekat, sebagai penanda bahwa situs ini berasal dari Indonesia.

Pembeda lain adalah penggunaan Bahasa Banyumasan semisal jeneng pengguna, jeneng lengkap, asale sekang pada menu pendaftaran, atau sebutan ngarepan, goletipada daftar halaman awal situs. Adapun pada menu pilihan penggunakan bahasa, calon anggota punya tiga pilihan: bahasa ngapak, Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris.

Karakteristik penggunaan bahasa yang melingkupi wilayah lokal, nasional dan internasional ini setidaknya mengidentifikasi bahwa situs jejaring sosial ini diciptakan wong Banyumas yang dalam aktivitas komunikasi sehari-hari mengggunakan bahasa ngapak atau dikhususkan sebagai jejaring sosial orang Banyumas tapi tidak menutup kemungkinan orang dari luar daerah itu bisa terlibat berinteraksi.

Saat saya mendaftar pada 12 November 2011, pada menu ”ngarepan” (”beranda” dalam facebook) menampilkan informasi yang menunjukkan eksistensi situs jejaring sosial itu. Dalam kolom keanggotan tercatat 72.154 orang telah terdaftar, dengan aktivitas sejumlah 762.141, detail pertemanan 36.997, dan aktivitas komentar 889.224.

Bahkan aktivitas lebih detail yang berkaitan dengan keaktifan seorang anggota ditampilkan dalam tiga kategori yaitu ”juragan jempo” yang berketerangan identitas nama anggota Kang Eng dengan aktivitas 80.343. Kemudian ”aling akeh sing ngetutna” yang berketerangan nama Imut Wahyuningsih dengan jumlah 403, dan ”paling akeh kancane” yang berketerangan nama Matlicin dengan jumlah pertemanan 5.438. Data kuantitatif ini setidaknya menunjukkan bahwa anggota situs Kayakiye aktif untuk berinteraksi.

Lokal-Global

Sejumlah usaha untuk lebih mengenalkan segala sesuatu tentang Banyumas tampak masif dalam situs ini. Ketika saya memasuki menu profil, identitas visual pada profil foto adalah Bawor (Bagong versi Banyumas). Bawor adalah ikon Banyumas yang memiliki identifikasi umum cablaka, yaitu ketika ia berkomunikasi dengan orang lain selalu berkata jujur dan apa adanya. Ditampilkannya ikon ini, mengindikasikan bahwa spirit komunikasi yang diharapkan oleh pengelola merujuk pada komunikasi khas Banyumas yang tidak menutup-nutupi sesuatu saat berinteraksi dengan orang lain.

Sebagai sebuah wilayah komunikasi, kehadiran situs jejaring sosial Kayakiye memang cukup penting sebagai contoh strategi mengikat suatu kelompok masyarakat yang berada pada suatu wilayah lokal (Banyumas) untuk membudayakan berinteraksi dan percaya diri dengan bahasa yang merupakan identitas sosiokulturnya.

Dalam wilayah teknologi informasi yang datang dan pergi, keberadaan situs tersebut memang belum dapat dipastikan apakah suatu hari mampu membawa lokalitas menjadi mengglobal atau sebaliknya lalu ikut tergerus oleh arus globalisasi yang setidaknya telah membuat sedikitnya 169 bahasa daerah di Indonesia terancam punah.

Memprediksi dua kemungkinan itu memang tak mudah, tapi situs KayaKiye telah memulai diri untuk berniat menjaga dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan itu. Pada akhirnya, kekuatan penentu berada pada kelompok sosial yang menjadi sasaran situs tersebut, yaitu kemauan mereka untuk bertutur dan mengekspresikan segala pemikirannya, keluh kesahnya, ruang sosialnya bahkan persoalan negerinya dalam bahasa daerah. (10)


-- Abdul Aziz Rasjid, bergiat di komunitas Sastra Beranda Banyumas


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER