BAGI sebagian kalangan, kiprah Forum Rektor Indonesia (FRI) yang akhir-akhir ini banyak mengkritisi persoalan di luar kampus, seperti persoalan kebangsaan dan politik, dipermasalahkan. Tentu ada juga yang mendukungnya dengan dalih atas nama kebebasan.
Sebenarnya, berbicara soal kiprah FRI ini, bukan sekadar soal suka dan tidak suka, tetapi lebih didasarkan pada asas kemanfaatan dan kemaslahatan bersama. Penulis yakin apa yang dilakukan FRI memiliki dasar dan pertimbangan yang kuat.
Apabila melihat realitas bangsa saat ini, kiranya seluruh elemen masyarakat merasa prihatin dan ingin ikut andil untuk menemukan jalan keluar atas krisis multidimensi bangsa, terlebih bagi FRI yang notabene memiliki keilmuan dan kompetensi.
Karenanya, tidak menjadi soal apabila FRI turut menyumbangkan gagasannya. Bukankah tidak ada kelirunya apabila yang dilakukan itu memberi manfaat untuk kemajuan bangsa.
Berbicara dalam konteks ini, tentunya kita harus objektif. Sebenarnya bukan hanya para pimpinan kampus saja yang dianggap latah berbicara soal politik. Bukankah jauh sebelumnya banyak juga para pengusaha, pengacara, artis, dan bahkan tokoh agama yang berkecimpung dalam dunia politik.
Sebenarnya tidak ada yang salah apabila para akademisi terjun di dunia politik, karena setiap individu memiliki hak yang sama dalam berpolitik. Kejanggalan yang dirasa mungkin dikarenakan para akademisi selama ini dianggap sebagai kaum idealis dan independen, sedangkan politik cenderung berbau ‘’kotor’’.
Seyogianya, fenomena FRI turut mengkritisi persoalan bangsa dan politik jangan dinilai negatif. Justru dengan terjunnya para tokoh akademisi ini bisa memberikan tawaran alternatif sosok pemimpin bangsa di tengah krisis kepemimpinan di negeri tercinta ini. Selama ini tokoh di eksekutif ataupun legislatif terkesan itu-itu saja, tidak ada penyegaran, karena partai politik tak ubahnya sebuah dinasti.
Penulis yakin, dengan kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki, para pimpinan kampus tersebut akan mampu menempatkan diri secara proporsional. Mereka tahu kapan saatnya mengurusi persoalan bangsa dan kapan saatnya mengurusi kampus. Mengurusi persoalan bangsa adalah tindakan mulia dan mendidik anak bangsa tentu jauh lebih mulia. (24)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad