panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
10 Desember 2011
DEBAT : "Kiprah Forum Rektor Indonesia"
Asal Proporsional
  • Ella Marliani Pertiwi : Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip
BAGI sebagian kalangan, kiprah Forum Rektor Indonesia (FRI) yang akhir-akhir ini banyak mengkritisi persoalan di luar kampus, seperti persoalan kebangsaan dan politik, dipermasalahkan. Tentu ada juga yang mendukungnya dengan dalih atas nama kebebasan.

Sebenarnya, berbicara soal kiprah FRI ini, bukan sekadar soal suka dan tidak suka, tetapi lebih didasarkan pada asas kemanfaatan dan kemaslahatan bersama. Penulis yakin apa yang dilakukan FRI memiliki dasar dan pertimbangan yang kuat.

Apabila melihat realitas bangsa saat ini, kiranya seluruh elemen masyarakat merasa prihatin dan ingin ikut andil untuk menemukan jalan keluar atas krisis multidimensi bangsa, terlebih bagi FRI yang notabene memiliki keilmuan dan kompetensi.

Karenanya, tidak menjadi soal apabila FRI turut menyumbangkan gagasannya. Bukankah tidak ada kelirunya apabila yang dilakukan itu memberi manfaat untuk kemajuan bangsa.

Berbicara dalam konteks ini, tentunya kita harus objektif. Sebenarnya bukan hanya para pimpinan kampus saja yang dianggap latah berbicara soal politik. Bukankah jauh sebelumnya banyak juga para pengusaha, pengacara, artis, dan bahkan tokoh agama yang berkecimpung dalam dunia politik.

Sebenarnya tidak ada yang salah apabila para akademisi terjun di dunia politik, karena setiap individu memiliki hak yang sama dalam berpolitik. Kejanggalan yang  dirasa mungkin dikarenakan para akademisi selama ini dianggap sebagai kaum idealis dan independen, sedangkan politik cenderung berbau ‘’kotor’’.

Seyogianya, fenomena FRI turut mengkritisi persoalan bangsa dan politik jangan dinilai negatif. Justru dengan terjunnya para tokoh akademisi ini bisa memberikan tawaran alternatif sosok pemimpin bangsa di tengah krisis kepemimpinan di negeri tercinta ini. Selama ini tokoh di eksekutif ataupun legislatif terkesan itu-itu saja, tidak ada penyegaran, karena partai politik tak ubahnya sebuah dinasti.

Penulis yakin, dengan kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki, para pimpinan kampus tersebut akan mampu menempatkan diri secara proporsional. Mereka tahu kapan saatnya mengurusi persoalan bangsa dan kapan saatnya mengurusi kampus. Mengurusi persoalan bangsa adalah tindakan mulia dan mendidik anak bangsa tentu jauh lebih mulia. (24)
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER