panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
03 Desember 2011
DEBAT : "Kiprah Forum Rektor Indonesia"
Kembali ke Jalur
  • Maria Ulfa : Mahasiswi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta
AKHIR-AKHIR ini kiprah Forum Rektor Indonesia (FRI) sedang gencar disoroti. Hal ini disebabkan oleh aroma politik yang mulai terendus dalam tubuh FRI tersebut. Tanpa disadari bahwa keterlibatan FRI dalam mengawal sejumlah agenda pemerintah telah memancing reaksi sekaligus menjadi pertanyaan besar apakah benar FRI telah masuk dalam lingkaran politik?

Pertanyaan tersebut praktis menjadi wajib untuk dijawab atau minimal diklarifikasi oleh kumpulan cendekiawan bangsa ini, sehingga paradigma yang berkembang di tengah masyarakat menjadi jelas, alias tidak miring.

Jika dilihat dari titel yang melekat pada diri para tokoh ini seharusnya sudah jelas bahwa mereka ini adalah sekumpulan orang-orang terdidik atau dalam bahasa Azyumardi Azra sering disebut dengan istilah cendekiawan. Sebagai seorang cendekiawan, seharusnya tugas utama yang harus dijalankan adalah konsentrasi terhadap problem-problem kependidikan dan kemanusiaan yang terjadi dalam masyarakat.

Artinya, FRI sebagai sebuah wadah para cendekiawan harus dapat memosisikan dirinya sesuai dengan jalurnya, yakni berkonsentrasi penuh pada program pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Jangan sampai forum ini malah terlalu asyik dan terseret dalam merespons isu kebangsaan, terlebih isu politik. Hal ini akan berdampak negatif pada nama baik dan citra forum perkumpulan orang-orang pintar tersebut.

Menanggapi sikap FRI yang akhir-akhir ini terlihat begitu getol dalam mengkritisi kebijakan pemerintah, penulis pikir, juga patut dipertanyakan. Pasalnya, segudang pekerjaan rumah yang terkait dengan masalah pendidikan, sebenarnya tidak sedikit dan lebih mendasar. Misalnya soal industrialisasi pendidikan, pembahasan RUU BHP, kesejahteraan guru, dan masalah lainnya, seharusnya lebih diutamakan karena menyangkut masa depan pendidikan bangsa.

Akan lebih dihormati dan disegani jika para cerdik cendekia ini berkonsentrasi terhadap masalah-masalah kemanusiaan terutama masalah pendidikan.  (24)
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER