panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
03 Desember 2011
DEBAT : "Kiprah Forum Rektor Indonesia"
Mari Menoleh ke Belakang
  • Arif Ardiawan : Mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
FILOSOFI sapu lidi ’’bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’’ agaknya menjadi dasar para rektor di Indonesia untuk menghimpun diri dalam bentuk Forum Rektor Indonesia. Disadari atau tidak, kritik yang disampaikan seorang rektor mungkin tidak terdengar nyaring di telinga pemerintah. Berbeda ketika kritik itu disampaikan oleh kumpulan rektor, terlebih mereka menyandang gelar sebagai kaum intelektual. Bukan tidak mungkin pemerintah akan berpikir ulang untuk mengabaikan kritikan tersebut.

Carut-marutnya bangsa ini menggelitik forum rektor untuk mencuatkan kritik. Seperti kritik yang disampaikan dalam bentuk Deklarasi Forum Rektor Indonesia bulan Januari lalu. Empat poin pertama dari tujuh poin yang mereka deklarasikan banyak menyuguhkan kritik terhadap kemajuan bangsa. Bahkan sebagian besar dari permasalahan yang diutarakan merupakan kasus yang sudah lama terjadi dan kini berulang lagi. Substansi yang disampaikan Forum Rektor merupakan perihal yang memang menjadi kondisi nyata.

Di sisi lain, ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan. Kualitas perguruan tinggi untuk mencetak generasi bangsa yang unggul seharusnya menjadi fokus utama Forum Rektor, sehingga disparsitas kualitas antar perguruan tinggi tidak jauh berbeda. Adanya banyak perguruan tinggi berkualitas tentu berpengaruh besar terhadap kemajuan generasi penerus bangsa.

Fenomena lain yang perlu pula diperhatikan adalah terjadinya inkonsistensi perilaku pada saat dan setelah menjadi mahasiswa. Jika kita perhatikan, hampir keseluruhan dari pemimpin bangsa ini pernah menjadi mahasiswa. Sebagian besar dari mereka juga merupakan aktivis yang getol menyuarakan kesejahteraan rakyat. Akan tetapi, ketika mereka sudah mengemban jabatan di pemerintahan seakan-akan mereka lupa terhadap perjuangan yang dulu begitu dielu-elukan.

Menyikapi inkonsistensi perilaku itulah, Forum Rektor sebaiknya berpikir ulang bagaimana sistem yang patut diterapkan pada kurikulum perguruan tinggi. Tanggung jawab kampus sebagai pemasok agen perubahan sebaiknya kembali dikuatkan, sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki integritas dan kapabilitas yang baik dan konsisten.

Sekadar memberi kritik itu tidak masalah. Akan tetapi jangan sampai forum tersebut justru menjadi andalan untuk kepentingan politik suatu golongan, ataupun mungkin sekadar untuk kepentingan eksistensi kumpulan penyandang gelar intelektual belaka.

Jika kita ingin mempunyai tanaman yang baik, maka gunakanlah bibit yang juga baik. (24)
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER