panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kesehatan
30 November 2011
Peringatan Hari AIDS sedunia 1 Desember 2011
Lindungi Pekerja dari HIV dan AIDS
  • Oleh Muchlis AU Sofro
HIV dan AIDS bukan saja menjadi masalah nasional akan tetapi sudah menjadi masalah global karena lebih dari 40 juta jiwa di seluruh dunia hidup dengan infeksi HIV.

Di Indonesia tidak ada satu provinsi pun  yang dinyatakan bebas dari HIV dan AIDS. Bahkan diperkirakan saat ini sudah menyerang di lebih dari separuh Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Menurut perkiraan UNAIDS (Badan Dunia yang mengurusi AIDS) di dunia ini setiap hari terdapat lebih dari 5.000 orang pengidap baru HIV dan AIDS, dan sebagian besar berusia antara 15-24 tahun. Sekitar 1.800 anak yang hidup dengan HIV positif di bawah usia 15 tahun tertular dari ibunya. Repotnya sekitar 1.400 anak di bawah usia 15 tahun meninggal dunia akibat serangan AIDS.

Data ini menunjukkan kepada kita betapa besar risiko terinfeksi HIV yang dihadapi kelompok penduduk usia muda saat ini. Hal ini antara lain diakibatkan karena masih kurang seriusnya penanganan masalah, sehingga timbul kesenjangan yang serius antara kebutuhan dan ketersediaan pelayanan pasien HIV dan AIDS.

Di Indonesia, berdasarkan data resmi dari Kementerian Kesehatan RI pada triwulan kedua tahun 2011 terlaporkan sebanyak 6.087 kasus baru HIV. Sampai akhir Juni 2011 secara kumulatif jumlah kasus AIDS tercatat sebanyak 26.483 kasus. Dilihat dari kelompok umur, pengidap terbesar pada kelompok umur 20-29, yaitu sebanyak 36,4%, disusul dengan kelompok umur 30-39 tahun sebanyak 34,5% (usia produktif).

Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit Infeksi menular. Cara penularan yang utama adalah melalui hubungan seksual heteroseksual (76,3%), disusul oleh penggunaan NAPZA (narkoba, zat adiktif) suntik yang tidak aman (satu jarum dipakai bersama dengan orang lain (16,3%). Cara penularan berikutnya adalah secara homoseksual (2,2%) dan dari ibu ke anak. Penularan melalui transfusi darah sangat minim mengingat semua Unit Transfusi Darah sudah dilengkapi sarana skrining tes HIV bagi semua calon donor.

Saat ini, Indonesia termasuk negara dengan epidemi HIV/ AIDS terkonsentrasi, di mana pada wilayah-wilayah tertentu, prevalensi populasi kunci sudah mencapai 5 persen atau lebih. Artinya, jumlah pasien HIV di suatu daerah sudah mendekati angka 5% dari jumlah penduduk. Bahkan Provinsi Papua tergolong sebagai daerah generalized epidemic dimana jumlah penduduk yang pengidap HIV dan AIDS sudah lebih dari 1 persen.

Mengapa bisa demikian? Banyak faktor penyebab terjadinya epidemi yang begitu cepat, antara lain faktor globalisasi, arus informasi (sarana telekomunikasi/HP, internet, audiovisual) dan mobilitas penduduk yang begitu cepat menembus batas antar negara di dunia.

Sementara ikatan kekeluargaan, nilai-nilai budaya dalam masyarakat, dan ketaatan beragama sudah mengalami erosi/penurunan, yang berakibat pada kurang diterapkannya fungsi-fungsi keluarga sebagai sarana kontrol sosial.

Sebenarnya, berbagai upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran HIV dan AIDS di Indonesia telah dilakukan, baik oleh kementerian/sektor/instansi/lembaga pemerintah, swasta, LSM, lembaga donor, maupun oleh kelompok masyarakat peduli AIDS, sesuai dengan tugas pokok masing-masing.

Namun demikian, upaya-upaya tersebut masih perlu ditingkatkan baik kualitas, kuantitas, keterpaduan, maupun kebersamaannya. Oleh karena itu diharapkan kegiatan-kegiatan Hari AIDS Sedunia tahun 2011 (1 Desember)  dapat kerjakan bersama oleh berbagai sektor terkait secara komprehensif, terpadu dan berkesinambungan.

Mengingat begitu banyaknya angkatan kerja dan tenaga kerja yang terinfeksi HIV, maka Tema peringatan tahun ini adalah Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha Dari HIV dan AIDS. Dengan Sub-Tema: Penanggulangan HIV dan AIDS di Tempat Kerja sebagai bagian dari Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta Slogan untuk kampanye adalah : STOP HIV dan AIDS, Hapuskan Stigma dan Diskriminasi di Dunia Kerja.

Saat ini, masih ada beberapa perusahaan yang mensyaratkan calon karyawan harus bebas infeksi HIV. Kalaupun sudah menjadi karyawan, ada skrining berkala yang berusaha mendapatkan ada tidaknya pekerja yang terinfeksi HIV. Bila ada langsung diistirahatkan (atau dikeluarkan dengan hormat). Padahal mereka masih produktif dan berdaya guna.

Penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2011 dengan tema di atas, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya dunia usaha dalam pencegahan penularan HIV dan penanggulangan AIDS. Sebab, penyebaran HIV dan AIDS dapat terjadi pada siapa saja dan pada seluruh lapisan masyarakat.

Harapan berikutnya adalah agar masyarakat lebih peduli dan berupaya melindungi diri serta keluarganya dari penularan HIV. Antara lain: tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, melakukan pemeriksaan tes HIV (bersama calon isteri atau suami) sebelum menikah. Bila sudah menikah berusaha setia pada pasangannya. Dan jika pasangan kita terinfeksi HIV, maka gunakan pengaman saat melakukan hubungan seks.

Selanjutnya apabila diantara kita sudah terlanjur terinfeksi HIV dan AIDS, maka berusahalah untuk tidak menularkan ke orang lain. (11)


-- Dr Muchlis AU Sofro, SpPD-KPTI, Staf Pengajar FK UNDIP, RSUP Dr Kariadi Semarang.
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER