’’
SEMUA kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh.’’ Berangkat dari perkataan John Gray tersebut seharusnya seorang individu dapatlah menciptakan kesempatan dan keberhasilan dalam setiap kesulitan yang dihadapi. Tak terkecuali juga bagi mahasiswa ketika menghadapi setiap masalah dalam dunia perkuliahannya.
Sudah pasti setiap orang memiliki masalah. Selanjutnya tinggal bagaimana orang tersebut menghadapi masalah itu. Menurut penelitian, rata-rata anak usia 6 tahun tertawa 300 kali setiap harinya. Berbeda dari orang dewasa yang rata-rata tertawa hanya 17 kali saja per hari. Hal ini menandakan bahwa semakin bertambah umur, maka semakin banyak masalah yang merundung. Oleh karena itu, sebagian orang pun beranggapan bahwa hidup itu bukanlah sesuatu yang mudah ditertawakan.
Dalam hal ini pun, termasuk para mahasiswa, mereka juga memiliki masalah yang kompleks. Dari masalah pencarian jati diri, perkuliahan, keluarga, sampai pergaulannya.
Seperti kasus yang terjadi pada semester-semester awal, tak sedikit mahasiswa yang beranggapan bahwa dirinya salah memilih jurusan. Dengan dalih, nilainya selalu di bawah teman-temannya, ketika mendapat pengajaran mata kuliah dari jurusannya pun ia sudah berkecil hati tidak bisa, dan yang paling parah ia sudah tidak semangat lagi untuk kuliah.
Mengoreksi Niat
Tak dapat dipungkiri, mahasiswa memilih suatu jurusan pasti ada berbagai faktor yang memengaruhinya. Bisa jadi karena ajakan teman, desakan keluarga, pilihannya sendiri atau bahkan sebuah pilihan terpaksa sebab tidak bisa masuk ke jurusan yang didambakannya. Jelasnya, kuliah bukanlah suatu hal yang digunakan untuk main-main, ia merupakan suatu tangga yang bisa menghubungkan ke masa depan seseorang.
Jika sudah terlanjur memasuki suatu jurusan dan merasa tak berkapabilitas dalam bidang itu, kita harus mengembalikannya lagi ke niat awal, mengapa memilih jurusan tersebut. Seseorang pasti tak akan asal-asalan memasuki suatu program pendidikan. Setidaknya pasti ada sedikit rasa cinta dan motif yang melatarbelakangi pemilihan jurusan tersebut. Nah, niat tersebutlah yang harus dikoreksi dan dibangkitkan lagi semangatnya.
Bertahan atau Berhenti
Dalam buku Adversity Quotient-nya Paul G Stoltz dikatakan manusia pada hakikatnya dilahirkan dalam satu dorongan inti yang manusiawi untuk terus mendaki. Mendaki di sini bukan berarti memanjat ataupun naik ke dataran yang lebih tinggi, melainkan bermakna menggerakkan tujuan hidup, entah tujuan apa saja itu.
Dalam pendakian pun terdapat tiga jenis pendaki. Pertama, mereka yang berhenti mendaki, tidak mau berusaha untuk menggapai tujuan dan niat awal mereka. Kedua, mereka yang telah berusaha untuk menggapai apa yang diniatinya, meskipun di tengah jalan memutuskan untuk berkemah dan tidak melanjutkan pendakian. Ketiga, yaitu para pendaki yang selalu bergerak meski tertatih untuk menggapai apa yang menjadi tujuannya.
Hal tersebut pun dapat menjadi analogi bagi para mahasiswa yang merasa salah memilih jurusan. Semua keputusan ada di tangan masing-masing. Sebab yang tahu baik dan buruk untuk masa depan mereka ya individu itu sendiri.
Melihat dalam situasi seperti itu, pasti mahasiswa mendapatkan tekanan saat mengikuti perkuliahan, karena merasa salah memilih jurusan. Padahal kondisi yang sulit juga dapat digunakan sebagai bahan bakar yang vital untuk menolak rasa puas diri.
Tapi, hal itu hanya sedikit orang saja yang berhasil mengatasinya. Laksana para pendaki gunung, tak semuanya dapat mencapai puncak gunung, karena ada yang memutuskan untuk berhenti dan ada yang memilih berkemah, berpuas diri dengan ketinggian yang digapai. Bagaimanapun juga, ada benarnya kata J Willard Marriott bahwa kayu yang baik tidak tumbuh dengan mudah, semakin kencang anginnya, maka akan semakin kuat pohon-pohonnya.
Akhirnya, keputusan untuk menjadi seorang yang berhenti dari jurusan itu, atau yang tetap bertahan pada niat awalnya hanya dapat diputuskan oleh mahasiswa itu sendiri. (24)
—
Hendra Saputra,
Aktivis Lembaga Pers Mahasiswa Edukasi, Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad