AULA Balai Desa Jetis penuh dengan peserta sosialisasi perpustakaan desa (perpusdes), baru-baru ini. Peserta yang berasal dari tingkat desa se-Kecamatan Bandungan mendengarkan materi yang disampaikan oleh pihak perpustakaan Kabupaten Semarang.
Sosialisasi perpusdes dan bimbingan teknis merupakan salah satu program yang digagas mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) dari posko 34 Desa Jetis. Kegiatan ini sebagai bentuk penyadaran kepada masyarakat betapa pentingnya perpustakaan.
Retno Rukmiati selaku pembicara memberikan informasi bahwa Gubernur Jateng mengamanatkan tahun 2012 harus sudah ada perpustakaan desa (perpusdes). Tidak hanya itu, dalam Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 juga sudah mengatur soal perpusdes.
’’Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana menumbuhkan minat baca masyarakat.’’ Itulah tanggapan yang dilontarkan Supri (23) dari Pakopen. Retno menanggapi bahwa minat baca akan tumbuh dengan adanya pemaksaan sehingga nantinya menjadi sebuah kebiasaan.
Arif Rahman (22) dari Jetis berpendapat bahwa untuk membangun sebuah perpustaakan desa dibutuhkan komitmen yang tinggi dari berbagai unsur masyarakat yang ada di desa. Minimal motivasi itu tumbuh dari seorang kepala desa sebagai pucuk pimpinan di desa. Retno menambahkan, untuk menarik minat baca, dapat dilakukan dengan memberikan tugas kepada siswa yang bersumber dari perpusdes. (24)
(Dikirim Mukhamad Zulfa, penanggung jawab acara, mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad