
SOLO - Untuk pengembangan kewirausahaan, Universitas Sebelas Maret (UNS) akan mengajukan anggaran dana hibah sebesar Rp 1,5 miliar. Dana itu diharapkan bisa diperoleh dari Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud.
’’Kami memperoleh dana itu sebesar Rp 1 miliar pada 2009, kemudian naik Rp 1,5 miliar pada 2010, namun tiba-tiba turun hanya Rp 750 juta pada 2011,’’ kata Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKWu) UNS Ir Eddy Tri Haryanto, kemarin.
Dia mengatakan, dana itu digunakan untuk membantu mengembangkan wirausaha mahasiswa. Mereka yang ingin menjadi pebisnis sejak kuliah, sudah diarahkan dengan bimbingan khusus kewirausahaan.
’’Minat mahasiswa sangat tinggi. Terbukti pendaftar cukup banyak. Tahun 2009 yang berminat 600-an mahasiswa, yang kami beri dana 96 orang. Tahun 2010 ada 660 mahasiswa yang didanai 119 mahasiswa,’’ tuturnya.
Tahun 2011 yang mendaftar membeludak, karena diprediksi dana paling tidak akan sama dengan sebelumnya. Tetapi, ternyata malah turun hanya Rp 750 juta, sehingga yang diambil 76 mahasiswa. ’’Ketika kami tanyakan kepada Direktur Pemberdayaan dan Pembelajaran Mahasiswa Dirjen Dikti, tidak bisa menjawab pasti. Padahal, dari hasil pembinaan mahasiswa itu, ternyata banyak yang berhasil,’’ kata Eddy.
Berkurang
Karena dana turun, kegiatan yang biasanya dilaksanakan untuk membina, menjadi berkurang. Misalnya, dana untuk pembimbingan, dengan mendatangkan motivator, monitoring, mendatangkan wirausaha mahasiswa yang sudah sukses, dan lainnya, dikurangi.
Begitu pula secara berkala, ada tim PPKW yang turun ke lapangan untuk membina langsung di lapangan. Itu agar usaha yang dijalani, betul-betul tetap sesuai dengan bussines plan yang dibuat.
Dengan ajuan dana yang ditingkatkan menjadi Rp 1,5 miliar pada 2012, Eddy berharap mahasiswa yang akan menjadi wirausaha bersemangat lagi dan banyak yang mendaftar. (an-37)
(/)