JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dinilai belum siap mengurusi bidang kebudayaan.
Pasalnya, belum ada perencanaan yang matang untuk menyinergikan antara pendidikan dengan kebudayaan.
Ketidaksiapan itu akan berdampak pada tidak efektifnya kinerja Kemdikbud, khususnya bidang kebudayaan, karena sampai saat ini pemerintah belum mengajukan usulan anggaran untuk bidang kebudayaan.
”Saya lihat visi besar itu juga belum terwujud dalam sebuah perencanaan yang matang, perpaduannya saya belum melihat,” kata Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi X DPR RI Raihan Iskandar, di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, banyak kalangan berharap dengan perpaduan antara pendidikan dengan kebudayaan tersebut akan dapat meningkatkan pendidikan karakter peserta didik, demi kemajuan Bangsa Indonesia. Pendidikan dan kebudayaan adalah dua hal yang sangat menentukan nasib, karakter, serta jati diri bangsa ke depan.
Dia menyesalkan, karena sampai dengan rapat kerja antara Kemdikbud dan Komisi X yang dilaksanakan Senin (24/10), Kemdikbud belum memiliki ancer-ancer anggaran untuk mengurusi kebudayaan.
”Ini berarti ada ketidaksiapan dalam menyikapi keputusan presiden. Saya pikir Kemdikbud sudah memiliki perencanaan yang matang, ternyata masih banyak yang harus diperdalam kembali,” ungkapnya.
Dilestarikan
Anggota Komisi X dari fraksi yang sama, Rohmani menyatakan, kebudayaan adalah kenyataan akan kekayaan sebuah bangsa yang harus dibangun dan dilestarikan melalui pendidikan. Namun, dirinya melihat bergabungnya kebudayaan di pendidikan hanya bersifat komoditas, tidak mengandung tata nilai.
”Harapannya, pendidikan bisa berbasis atas kebudayaan dan ke-bhinekaan kita, sehingga bisa betul-betul senyawa. Tapi, pengabungan kebudayaan ini hanya urusan yang sifatnya kebendaan,” ungkap politikus PKS dari Dapil Jateng IX ini.
Meski demikian, dia menyadari ketidaksiapan Kemdikbud untuk mengurus kebudayaan karena masalah waktu yang kurang tepat. Menurutnya, perombakan struktur Kementerian tidak seharusnya dilakukan di tengah perjalanan.
”Dengan ini rencana strategis juga harus berubah. Ini memang tidak sederhana. Perombakan seperti ini seharusnya dilakukan di awal kabinet, jangan di tengah-tengah seperti ini,” tandas Rohmani.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, pihaknya akan melakukan perubahan sasaran serta Renstra Pendidikan Nasional. Dengan masuknya kebudayaan dalam unsur pendidikan, pihaknya akan melakukan peleburan dengan tujuan membentuk insan Indonesia yang beradab.
”Ada dua komponen penting, yaitu komponen pengetahuan dan komponen budaya. Ini tentunya yang akan kita rumuskan lebih jauh,” jelas M Nuh. (K32-37) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad