panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
18 Oktober 2011
Pelanggan Keluhkan Kenaikan Tarif

KENDAL - Sejumlah pelanggan PDAM Tirto Panguripan Kendal mengeluhkan kenaikan tarif atau reklasifikasi dari mereka yang masuk golongan A2 menjadi A3.

Sebab, dengan begitu, pelanggan pada Oktober ini, membayar tarif PDAM lebih mahal dibanding bulan sebelumnya. Biaya yang harus dibayarkan pelanggan hampir mencapai 100 persen.

Sri Hartini salah seorang pelanggan PDAM mengatakan, sebelum adanya reklasifikasi, pihaknya rata-rata per bulan hanya membayar tagihan air PDAM pada kisaran Rp 35 ribu - Rp 45 ribu.

 Namun, sewaktu membayar untuk tagihan Oktober, ia terperanjat mengetahui biaya yang harus dikeluarkan Rp 80 ribu.

Ketika Sri menanyakan kepada petugas, kenapa tagihan yang harus ia bayarkan hampir 100 persen, oleh petugas dijawab kenaikan tarif keputusan dari PDAM Tirto Panguripan.

“Ini tidak adil. Saya naik dari golongan A2 menjadi A3, hanya karena luas rumah 100 meter persegi. Seharusnya PDAM jangan melihat berdasarkan ukuran luas rumah. Mereka harus mensurvei tingkat ekonomi pelanggan,” kata Sri warga Kecamatan Kendal Kota.

Hal senada disampaikan Edi, pelanggan PDAM asal Kecamatan Kaliwungu. Edi mengaku terkejut saat membayar tagihan air bulan ini. Dia yang setiap bulan mengeluarkan paling tidak Rp 90 ribu untuk tarif air, tetapi kemarin mencapai Rp 150 ribu.

Menurut dia, penggunaan air di rumahnya juga tidak berlebihan. Air PDAM hanya digunakan untuk mandi, mencuci pakaian serta minum. “Saya kaget saat membayar rekening PDAM Oktober mencapai Rp 150 ribu. Padahal biasanya pada kisaran Rp 90 ribu - Rp 100 ribu. Tidak pernah lebih dari angka tersebut,” jelasnya.

1.300 Pelanggan

Direktur utama PDAM Tirto Panguripan Kendal, Agus Tri Suharyono mengatakan, pihaknya memang harus melakukan kenaikan golongan bagi pelanggan PDAM, khususnya mereka pelanggan rumah tangga dari golongan A2 menjadi A3.

Menurut dia, dari jumlah sekitar 45 ribu lebih pelanggan, terdapat sekitar 1.300 pelanggan yang terkena reklasifikasi. Dengan begitu, pelanggan yang semula membayar Rp 1.400/m3, harus membayar Rp 1.800/m3 atau naik Rp 400/m3.

Dijelaskannya, reklasifikasi dilakukan berdasarkan Perda baru PDAM yang telah disahkan DPRD Kendal belum lama ini.

Sebab, kondisi keuangan PDAM sekarang cukup kritis dengan adanya rencana kenaikan tarif dasar listrik dari pemerintah.

Agus menyatakan, pelanggan yang mengalami reklasifikasi merupakan pelanggan yang perekonomiannya cukup mapan.

“Kami telah menyurati pelanggan terkait rencana reklasifikasi. Sebagian besar pelanggan tidak merasa keberatan,” tandasnya.  

Menurut Agus, dari perhitungan setelah dilakukan reklasifikasi, PDAM akan mengalami keutungan sekitar Rp 40 juta/bulan. Pada 2010, PDAM mendapat  keuntungan Rp 2,6 miliar.

“Hingga pertengahan 2011, kami baru mendapat keuntungan Rp 2,1 miliar. Kalau menurut prinsip dagang, PDAM akan mengalami kerugian, karena hingga ahir tahun keuntungan diprediksi hanya Rp 2,2 miliar,” terangn dia. (H36-14)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER