panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
13 Oktober 2011
Grand Design Pendidikan Belum Dimiliki
SEMARANG-Hingga kini bangsa ini belum memiliki grand design pendidikan yang jelas bagi anak didik mulai jenjang TK hingga perguruan tinggi (PT). Padahal, formula tersebut sangat berhubungan erat dengan proses Indonesia ke depan.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Dr H Noor Achmad MA pada pembukaan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) di Kampus Menoreh, baru-baru ini.

”Meski Mendiknas merumuskan pendidikan karakter pada siswa atau mahasiswa di jenjang pendidikan, grand design pendidikan belum diperjelas. Selama ini Indonesia masih meniru model pendidikan dari negara barat,” ungkapnya.
Kekaburan grand design pendidikan, maksudnya dalam mencetak generasi bangsa ke depan negara ini belum menentukan seperti apa. Selama ini proses pendidikan hanya menggunakan cara alamiah. Yakni peserta didik yang lulus  tidak mempunyai arah mau ke mana, sehingga banyak lulusan perguruan tinggi yang bekerja tidak sesuai dengan program studi saat duduk di bangku kuliah dan bahkan menjadi pengangguran.

”Hal ini berbeda dari Jepang yang terkenal dengan teknologinya. Peserta didik diarahkan untuk kuliah di jurusan yang mendalami teknologi, begitu pun dengan China dan India. Karena itu, untuk mengatasi perkembangan alamiah dari siswa atau mahasiswa di Indonesia, pemerintah perlu membuat grand design yang spesifik di masa depan,” ungkap Noor.

Berinovasi

Tahun akademik 2011/2012 ini Unwahas menerima 1.213 mahasiswa yang terdiri atas 13 program studi S1. Antara lain Farmasi (114), Teknik Mesin (55), Teknik Kimia (13), Agrobisnis (23), Ilmu Politik (37), Hubungan Internasional (32), Manajemen (46). Kemudian, Akuntansi (54), Ilmu Hukum (79), Pendidikan Agama Islam (575), Muamalat (17), PGMI (49), dan Pendidikan Jasmani Kesehatan (119).
Noor Achmad menambahkan, mahasiswa Unwahas harus bisa mengandalkan objektivitas dan kejernihan berpikir. Selain itu, sebagai mahasiswa juga harus terus mencari dan menciptakan sesuatu dengan berinovasi serta berkreasi.
”Mahasiswa baru harus mampu menembus keilmuan di masa depan dan bisa membawa diri, berintelektual, serta berkarakter,” tandasnya. (K3-37)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER