panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ragam
12 Oktober 2011
Gajah Liar dan Warga Saling Buru
KONFLIK terbuka antara manusia dengan gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) semakin frontal. Gajah liar muncul dan mengobrak-abrik kebun warga. Warga pun marah dan memburu binatang tersebut. Takutkah gajah? Ternyata tidak, gajah malah balik memburu manusia.

Hal itu terjadi di Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Seorang pemuka Desa Balai Makam, Ali Suharman, mengungkapkan, kawanan gajah liar itu kerap muncul pada siang, bahkan malam hari dan merusak tanaman pertanian warga.
Korban jiwa dari kedua belah pihak, baik gajah liar maupun manusia di perbatasan, tidak jauh dari kawasan hutan habitat gajah, sudah bergelimpangan. "Pertarungan" antarkeduanya juga selalu dilerai pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam setempat.

"Entah berapa hektare tanaman pertanian warga yang dirusak gajah-gajah itu. Sampai-sampai warga kesal dibuatnya dan berinisiatif memburu gajah perusak itu," katanya.
Tapi ketika perburuan dilakukan, kata dia, warga justru kocar-kacir karena gajah malah memberi perlawanan dengan membabi buta, mengejar warga yang ada di dekatnya.
''Kami sudah mencoba dengan berbagai cara untuk mengusir gajah-gajah itu. Mulai dari petasan hingga meriam sudah kami lakukan, tapi gajah itu tetap saja selalu muncul pada waktu yang tak tentu,'' ujarnya.
Bahkan kata Ali, sudah dalam empat hari terakhir, belasan  ekor gajah kerap mengelilingi wilayah perkampungan yang banyak ditempati penduduk.

Hutan Berkurang

Warga Desa Balai Makam lainnya, Aryono, mengatakan, sampai saat ini sudah lebih dari satu hektare lahan perkebunan sawit miliknya hancur berantakan diamuk kawanan gajah.
''Sawit-sawit itu baru saya tanam. Umurnya paling masih satu tahun, tapi sudah hancur akibat ulah gajah-gajah itu. Harapan saya segera ada antisipasi dari pemerintah sebelum jatuh korban jiwa,'' ujarnya.
Dari data dan fakta yang berhasil dirangkum, sejumlah perkampungan di Kecamatan Mandau dan Pinggir Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, merupakan kawasan rawan konflik antara gajah dan manusia.
Gajah liar terpaksa masuk ke lingkungan hunian warga, karena hutan habitat mereka semakin hancur atau menyempit akibat ulah manusia. (ant-24)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER