panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
08 Oktober 2011
”Permen Pare” SMP Karangturi Lomba Tingkat Dunia ke Korea

SEMARANG - Berkat kreasinya membuat permen dari pare, dua siswa kelas IX SMP Karangturi, Semarang berhasil mendapatkan ”tiket” mengikuti lomba karya ilmiah tingkat dunia di Korea Selatan, 6-12 Oktober.

Dua siswa tersebut adalah Gabriella Permata Heru dan Inge Kumalasari Sudibjo dengan guru pembimbing Ir Sustiyati.

Makalah dari hasil kreasi mereka selama empat bulan itu dipilih oleh Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi TMII Jakarta untuk mengikuti ”World Creativity Festival” yang diselenggarakan KAIST, di Korea Selatan.

Mereka bersama delapan rekan lainnya dari berbagai daerah, dipercaya  mewakili remaja Indonesia di ajang bergengsi tersebut.

”Dari Indonesia ada lima tim yang terdiri atas dua orang dan nantinya akan bersaing dengan peserta dari 50 negara,” kata  Wakil Kepala SMP Karangturi Andy Hermawan, di kampus Jalan Raden Patah, Semarang, baru-baru ini.

Menurut Gabriella, kreasinya itu berawal dari penelitian terhadap kandungan buah pare. Meski rasanya pahit, ternyata buah ini memiliki manfaat luar biasa.

”Pare itu kaya akan nutrisi,  kalsium, zat lecithin, dan beta karotine yang berfungsi sebagai antikanker. Karena itu, kami berpikir bagaimana caranya agar rasa pahitnya bisa hilang, sehingga bisa dikonsumsi oleh semua kalangan, yakni lewat permen pare,” jelas Gabriella sebelum keberangkatannya ke Korea, baru-baru ini.

Zat Lecithin

Inge menambahkan, zat lecithin yang terkandung dalam pare sudah diteliti oleh Prof Lee Huang dari The University of New York bermanfaat untuk mencegah HIV/AIDS. ”Karena itu, kami optimistis permen pare ini bisa menjadi kreasi yang sangat bermanfaat,” katanya.

Cara membuatnya pun cukup mudah. Yakni, dengan mencampurkan pare yang sudah diambil sarinya dengan gula pasir, glukosa, dan air.

”Pertama gula, air dan glukosa dilarutkan dalam suhu 115 derajat. Setelah itu didiamkan hingga suhu 90 derajat, baru sari pare dimasukkan dan diaduk hingga kental, lalu dimasukkan dalam cetakan untuk permen,” papar Inge. (D2-37)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER