panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Solo Metro
01 Oktober 2011
Pembebasan Lahan Tol Terkendala Harga
SRAGEN-Pembebasan jalan tol Solo-Mantingan II sepanjang 25 km, masih terkendala harga tanah yang ditawarkan. Warga belum menemui kecocokan. Tawaran harga yang paling alot terjadi di Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen. Karena harga tanah sawah cukup baik, petani meminta harga yang tinggi.
Sebaliknya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T) akan membeli tanah berdasarkan rekomendasi Tim Apraisal Independen. ”Tanah yang kami beli sesuai patokan Tim Apraisal,” tutur Sihono, PPK yang ditemui, kemarin.

Meski ada pembebasan tanah yang masih alot di beberapa tempat, namun secara global masyarakat Sragen bisa memahami manfaat jalan tol.
”Mereka tidak mempersulit proses ganti rugi,” kata Sihono. Sebagai bukti, dana ganti rugi tanah calon proyek jalan tol sebesar Rp 96 miliar dari anggaran 2011, sudah terserap.
Total jumlah uang ganti rugi sejak 2008 sudah terserap Rp 210 miliar (33 persen), dari rencana anggaran pembebasan lahan mencapai Rp 625 miliar.
Lahan yang dibebaskan berada di 21 desa dan enam kecamatan, dengan luas lahan yang diganti rugi ada 222,9 ha

Warisan Leluhur

Kendala yang dihadapi di sejumlah desa, karena pemilik sulit melepas tanah yang dianggap warisan leluhur. Ada pula harga yang belum cocok.
”Tanah di tempat kami termasuk lahan pertanian kelas satu dan cukup subur, sehingga kami minta ganti rugi yang layak,” tutur Gino pemilik lahan di Desa Jetak, Sidoharjo, kemarin. Adapun tanah di Desa Bandungsoga dan Kebonromo, Ngrampal dihargai Rp 120.000/m2 hingga Rp 130.000/m2. Pembayaran sudah dilakukan. Tapi di Desa Jetak, warga masih keberatan.

Kabar yang berkembang, warga menawarkan harga di atas Rp 350.000/m2. Padahal standar yang ditawarkan Tim Apraisal tidak sebesar itu.
Lurah Jetak Siswanto yang baru terpilih ketika dihubungi mengaku, belum ada sosialisasi lanjut, terkait pembicaraan harga tanah untuk proyek jalan tol.
”Warga juga belum menawarkan, berapa harga tanah yang diminta. Saya juga belum tahu,” tuturnya.

Wakil Ketua P2T Sragen Drs Parsono MM menyarankan perlu ada pertemuan lagi, untuk membicarakan harga tanah agar ada kecocokan.
Kendala pembebasan tanah di Sragen disebabkan harga belum cocok, ada tanah warga yang masih berstatus sengketa keluarga, sertifikat digadaikan, serta belum mendapat tanah pengganti setelah pembebasan.
”Secara prinsip tidak ada penolakan warga. Tapi hanya soal harga yang  belum ada kecocokan,” tutur Parsono. (nin-26)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER