panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Perempuan
21 September 2011
Lelah Berbantah dengan Istri

Tanya: Saya  ibu rumah tangga, mempunyai  lima anak dan seorang menantu bernama  G. Ia istri dari anak saya yang  ketiga.  Dari pernikahan G dan anak saya  R, telah dikaruniai dua orang anak. Sejak kelahiran anak kedua , hubungan anak saya dengan G kelihatan tidak harmonis.

Mereka sering bertengkar,dan anak saya pernah mengeluh  kalau sekarang memilih diam daripada berbantah dengan istri.  Bukan berarti ia menerima situasi itu, namun karena ia  lelah, setiap ia mau menjelaskan persoalan yang menjadi sebab pertengkaran, istrinya tidak memberi kesempatan kepadanya untuk bicara. Istri lebih banyak  bicara dan  menyalahkan  suami.

Sebagai orang tua, saya prihatin melihat rumah tangga anak saya, tetapi mau ikut  bicara, khawatir dapat memperkeruh suasana, karena menantu saya akan marah pada suaminya kalau ada orang lain yang tahu persoalan  rumah tangganya. Bagaimana  cara menyadarkan menantu saya tentang sifatnya yang kurang menghargai suami  dan mengembalikan perhatian anak saya kepada istrinya, karena sekarang  bersikap acuh, bahkan berniat akan menceraikannya. (Ny Utari)


Jawab: Ibu Utari, beda pendapat antara suami dan istri adalah hal yang wajar, karena dua orang yang berlainan  sifat, latar belakang budaya ataupun keluarga menyebabkan terjadinya perbedaan dalam memandang atau menyikapi suatu persoalan. Karena dalam rumah tangga ada tujuan yang akan dicapai oleh suami isteri, maka masing masing perlu menyelaraskan dengan tujuan bersama yang telah disepakati.

Menurut ajaran Islam, suami adalah pemimpin dalam rumah tangga, selama ia dapat menjadi pelindung bagi istri dan anak-anaknya dan membimbing ke arah jalan yang benar, maka istri dan anak-anak perlu mematuhinya.

Tujuan berumah tangga adalah untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, maka seluruh anggota keluarga perlu saling tolong menolong atau mengingatkan  satu sama lain agar tidak menyimpang dari tujuan. Andaikata ada perbedaan pendapat, maka perlu dicari jalan keluarnya, dengan musyawarah dan cara yang santun.

Selama ini, putra ibu berdiam diri tetapi memendam kekecewaan atas sikap istrinya yang cenderung tidak mau mendengar perkataan suami. Kondisi ini sebaiknya jangan dibiarkan berlarut larut, apalagi putra ibu sudah punya niat akan menceraikan istrinya.  Artinya, ia sudah tidak mau mencari jalan keluar atas kemelut rumah tangganya selain perceraian.  

Dalam situasi ini, Ibu harus ambil peran untuk menyelamatkan pernikahan mereka. Ajaklah  anak maupun menantu bicara tentang situasi rumah tangga dan masa depan anak anak. Sadarkan mereka  akan perlunya  keterbukaan, saling menghargai  dan kerja sama untuk menyelesaikan masalah keluarga.  Suami, istri, ataupun anak- anak, tentu menginginkan rumah yang dapat memberikan ketenangan dan  kegembiraan bagi seluruh anggota keluarga. Kebahagiaan rumah tangga anak juga kebahagiaan bagi orang tua, sebaliknya putusnya perkawinan mereka akan membawa pula kesedihan bagi orang tua. Oleh karena itu, anak dan menantu diharapkan dapat mengendalikan diri dan berusaha memperbaiki tali pernikahan yang terancam putus. Jangan lupa mohonkan pertolongan Allah agar mereka diberi petunjuk dan jalan keluar yang membawa pada kebahagiaan  keluarga. (24)    

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER