
TENDA putih di halaman parkir Pasaraya Sri Ratu Jalan Pemuda seolah menjadi menjadi lorong yang mempersempit jarak Indonesia ke Jepang. Siapapun yang memasuki tenda itu serasa masuk ke Negeri Sakura. Di sana ada berbagai macam budaya Jepang dipamerkan.
Bahkan pengunjung acara tersebut juga bisa mencoba beberapa hasil budaya tersebut. Mereka juga bisa berkenalan atau sekadar berbincang dengan pemuda-pemuda Jepang. Itulah gambaran kemeriahan kegiatan bertajuk InJaption yang diadakan oleh Association Internationale des …tudiants en Sciences …conomiques et Commerciales (AIESEC) Undip. Acara tersebut bekerja sama dengan para pemuda yang bergabung di AIESEC Jepang. AIESEC adalah semacam organisasi pemuda internasional dengan program pertukaran siswa untuk mengeksplorasi dan menemukan bakat kepemimpinan kepemudaan.
Vice President Communication AIESEC Undip Aqmarina Awalianti menjelaskan, kegiatan itu bermula dari kedatangan 18 anggota AIESEC Jepang beberapa minggu lalu. Acara kemarin menjadi penutup rangkaian agenda yang telah mereka jalankan selama di Semarang.
”Kegiatan ini (kemarin) kami maksudkan agar masyarakat bisa menilik lebih jauh lagi budaya Jepang. Selain itu, kami juga ingin menunjukkan bahwa dunia ini terdiri dari anekaragam budaya,” jelas gadis yang biasa dipanggil Anti itu.
Ketua Panitia Fahry Maulana menambahkan, acara kemarin menampilkan lima stan tentang budaya Jepang yakni, manga, kaligrafi (syono), origami, ekshibisi, dan permainan. Selain itu, masih ada beberapa lomba yang digelar untuk pelajar di Semarang.
Acara tersebut cukup menarik minat banyak orang, terbukti dari penjualan tiket sebelum hari pelaksanaan yang cukup tinggi. Panitia sendiri menurutnya menyediakan tiket sekitar 700 lembar. (Adhitia Armitrianto-61)
(/)