panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Perempuan
10 Agustus 2011
Rajin Shalat Hanya di Bulan Ramadan
Tanya: Saya punya  seorang anak perempuan dan dua cucu. Menantu saya,  di luar bulan Ramadan, sering meninggalkan   shalat wajib, dengan alasan tidak ada waktu atau  sibuk dengan pekerjaannya.  Namun pada bulan Ramadan ini, ia rajin shalat tarawih yang diselenggarakan oleh pihak kantor. Memang  tidak setiap hari, tetapi ia mesti berangkat bila ada tarawih bersama.  Anak saya pernah mengeluh perihal suaminya yang shalatnya hanya menuruti kata hatinya, dan sering meninggalkan shalat di luar Ramadan.  Bagaimana caranya mengingatkan menantu agar ia mengerjakan shalat tidak hanya pada bulan Ramadan. Bagaimana pula mendidik  cucu saya agar mau shalat, jangan sampai seperti ayahnya. (Ny  Fira)

Jawab: Ibu Fira, kegelisahan terhadap menantu dalam hal menjalankan shalat, menunjukkan bahwa ibu sudah menganggap menantu sebagai anak sendiri.  Shalat  wajib  adalah perintah Allah  yang harus dijalankan setiap muslim. Maka  Islam memberikan tuntunan tentang waktu shalat yang longgar, cara-cara shalat yang semuanya memudahkan  orang untuk melaksanakannya. 

Misalnya, dalam waktu shalat, ada jarak yang cukup  antara  shalat  lima kali  yang diwajibkan. Karena itu, sesungguhnya tidak ada alasan untuk tidak shalat karena kesibukan kerja. Kalau kantor tempat bekerja menantu, pada bulan Ramadan ini menyelenggarakan tarawih, artinya pimpinan kantor itu memikirkan agar karyawannya bisa melaksanakan shalat yang sunah di bulan suci ini. Kalau yang sunah saja, disediakan waktu dan sarana untuk menjalankan ibadah, apalagi yang wajib, tentu diberikan kesempatan. Maka, kalau menantu sekarang ini belum  melaksanakan kewajiban shalatnya, cobalah ibu  ajak bicara dari hati ke hati  mengenai  sebab ia meninggalkan shalatnya.

Lingkungan memberikan dorongan untuk rajin shalat. Maka Ibu bisa menciptakan lingkungan  tersebut, misalnya dengan shalat berjamaah  untuk keluarga, termasuk bagi menantu dan anak cucu. Kesadaran akan kewajiban  dan manfaat shalat, perlu juga dikemukakan  agar ia menyadari kelalaiannya selama ini. Shalat merupakan  jalan agar seorang manusia mengenal dan dekat dengan Tuhannya. 

Di saat  itulah, ia bisa menyampaikan permohonan, harapan ataupun kesulitan dalam kehidupan sehari-harinya.  Maka shalat yang dilakukan secara benar, akan berdampak pada ketenangan hati dan kekuatan dalam menghadapi masalah dalam kehidupan ini.

Cucu ibu akan mudah mendapatkan contoh, apabila lingkungan  rajin shalat. Rasulullah memberikan contoh pendidikan sejak dini, mulai  usia tujuh tahun anak dilatih menghafal dan mengerti  arti bacaan shalat  kemudian membiasakannya, sehingga pada usia  sepuluh tahun, diharapkan anak sudah terbiasa melakukannya, dan perlu diingatkan  dengan  tegas kalau anak melupakan shalatnya. (Hadis riwayat Abu Dawud). (24)
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER