panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Muria
31 Juli 2011
Belajar Amtsilati 9 Bulan, Bisa Baca Kitab Kuning
  • Oleh Akhmad Efendi

BERHADAPAN dengan barisan kata bahasa Arab tanpa tanda baca atau biasa disebut kitab kuning tentu bukan hal yang mudah bagi awam untuk membacanya. Bahkan, santri jebolan pondok pesantren (ponpes) sekalipun yang sudah menahun menimba ilmu, masih saja gamang.

Kondisi itu ditangkap KH Taufiqul Hakim, pendiri Pondok Pesantren Darul Falah Dukuh Sidorejo, Desa/Kecamatan Bangsri, Jepara untuk membuat formula cara mempelajari kitab kuning dengan mudah yang kemudian disebut Amtsilati, mengacu Kitab Alfiyah Ibu Malik.

Dengan terobosan karya tersebut, santri yang mempelajari Amtsilati bisa lebih cepat memahami rumus bahasa Arab ketimbang dengan metode biasa. Kiai muda yang saat ini baru berusia 36 tahun itu menjelaskkan, santri hanya butuh waktu antara tiga hingga sembilan bulan untuk bisa membaca kitab kuning.

”Adanya Amtsilati itu berawal dari adanya metode Qiroati sebagai sistem belajar cepat baca Alquran. Dari situ, saya ingin menulis yang bisa digunakan untuk membaca yang tidak ada harokatnya atau tanda bacanya,” kata Kiai Taufiq.

Dia lantas menjelaskan sedikit kisah mengenai awal membuat Amtsilati pada 2001. Menurut Kiai Taufiq, metode Amtsilati yang ditemukannya tersebut diperoleh setelah berpayah-payah menjalani laku tirakat yang sangat serius. Ia berkeyakinan hanya dengan cara seperti itu, Allah akan memberikan kemudahan kepadanya.

 ”Mulai tanggal 27 Rajab 2001, saya banyak merenung dan bermujahadah. Dan dalam thoriqoh yang saya anut ada sebuah doa khusus, yang jika dilakukan secara ikhlas, insya Allah akan memberikan kemudahan dan jalan keluar dari masalah seberat apa pun,” urainya.

Sampai akhirnya, setelah melakukan kerja intelektual dan spiritual, Kiai Taufiq berhasil merampungkan tulisannya tersebut pada 27 Ramadan tahun 2001. Kemudian atas prakarsa Nur Kholis, salah seorang sahabat Kiai Taufiq, metode Amtsilati diperkenalkan ke publik melalui bedah buku yang diselenggarakan di gedung Nahdlatul Ulama (NU) Jepara pada 16 Juni 2002. Meski terjadi pro dan kontra, buku Amtsilati tetap bertahan hingga sekarang dan cetakannya sudah mencapai delapan juta kopi.

”Dulunya, kitab Amtsilati tersebut digandakan dengan mesin foto kopi. Setelah dirasa cukup menghasilkan, dari mesin foto kopi itu Amtsilati naik ke percetakan. Kemudian, dari hasil penjualan yang terus mengalami peningkatan itu digunakan untuk membeli mesin cetak sendiri hingga sekarang. Hasil dari penerbitan buku ini untuk pengembangan pesantren hingga sekarang,” tutur dia.

Pengembangan

Dengan banyaknya permintaan belajar Amtsilati, Kiai Taufiq lantas mendirikan Ponpes Darul Falah pada 1 Mei 2002. Ponpes itu untuk menampung santri yang ingin belajar Amtsilati. ”Tapi, sebelum tahun itu sekitar 1995 memang sudah ada pesantren dengan kondisi santri sedikit. Santri terus bertambah sejak ditemukannya Amstilati,” jelasnya.

Saat ini, jumlah santri 1.200 orang dan terus berkembang dengan tetap mengakomodasi sistem pendidikan nasional. Selain pendidikan pesantren dengan pelajaran awal Amtsilati, di pesantren tersebut juga berdiri lembaga pendidikan Madrasah Diniyah Amstilati, Madarsah Ibtidaiyah Tahfidhul Quran yang mulai digulirkan pada tahun ini, SMP IT Amtsilati pada 2007, SMK Islam Amtsilati pada 2008. Selain itu, juga ada lembaga Thoriqoh Naqsabandiyah Kholiliyah, lembaga pengobatan alternatif, dan Majelis Taklim Darul Falah untuk masayarakat umum dengan pertemuan sepekan dua kali.

Selain serangkaian pengembangan di internal, metode Amtsilati terus berkembangan di luar Jepara baik di Jawa, luar Jawa, bahkan luar negeri. Saat ini lebih dari 100 lembaga yang menerapkan metode Amtsilati.

”Saat ini, yang merata penerapannya adalah di Kalimantan, Madura, Depok, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur. Dalam pengembangan di luar itu hasilnya tentu berbeda-beda karena ada yang masih memadukan sistem yang lama dan  ada yang total mengadopsi sistem Amtsilati,” jelasnya.

Dia lantas menegaskan prinsip utama pembelajaran Amtsilati adalah dengan pemahaman dengan dilanjutkan hafalan. Dia juga berprinsip dalam belajar harus berbasis kompetisi dan kompetensi, bukan berbasis umur. ”Dengan kondisi itu, yang pintar cepat selesai dan yang kurang cerdas bisa cepat matang. Tapi, juga ada yang tidak bisa menyesuaikan dan kemudian keluar. Itu wajar sebagai bentuk seleksi alam,” jelasnya.

Kiai kelahiran Desa Bangsri Jepara itu lantas menjelaskan dalam belajar jangan sampai membebani siswa dengan banyak mata pelajaran (Mapel). Dia juga berprinsip dalam Amtsilati bukan guru yang minta ada ujian tetapi murid. ”Dengan kondisi itu, santri yang memang sudah siap akan mengajukan diri untuk diuji. Misalanya gagal kan tinggal membenahi yang salah. Dengan kondisi itu, tidak perlu ada ujian nasional yang membuat murid malah takut,” bebernya.

Dia lantas menawarkan pembelajaran materi yang dikelompokkan dengan jumlah empat mapel untuk dimatangkan dulu selama tiga bulan baru pindah ke mapel lain pada tiga bulan berikutnya. Cara tersebut tetap bisa mengakomodasi Sistem Pendidikan Nasional terkait dengan jumlah pelajaran dalam satu tahun. Tidak seperti sekarang yang memberikan belasan dan puluhan pelajaran sekaligus dalam sepekan dan akhirnya menjadi tidak mutu dan memakan banyak biaya.

”Dengan cara itu anak belajar bertahap dan bisa matang. Saya sudah pernah menyampaikan hal ini kepada pengambil kebijakan tetapi ya tidak tahu tangapannya. Pemikiran mengenai hal itu saya tuangkan dalam buku saya yang bejudul Tawaran Revolusi Sistem Pendidikan Nasional. Kalau soal Amtsilati yang lalu tidak usah terlalu banyak dibahas yang penting menurut saya adalah ke depan untuk membenahi sistem pendidikan yang ada,” harapnya.(47)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER