panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
07 Juni 2011
Catatan dari Asia Media Summit 2011 (1)
Unissula Diharapkan Jadi Motor Penggerak
ASIA Media Summit 2011 di Hanoi Vietnam selesai beberapa hari lalu. Dalam forum bergengsi ini, yang bisa hadir hanya anggota Asia-Pacific Institute for Broadcasting Development (AIBD) yang bermarkas di Kuala Lumpur, Malaysia. AIBD adalah lembaga internasional tempat berkumpul dan berafiliasinya organisasi broadcasting di seluruh Asia Pasifik. Namun tidak semua organisasi broadcasting di Asia Pasifik menjadi member AIBD. Untuk menjadi anggota harus memenuhi berbagai persyaratan, salah satunya verifikasi dari seluruh member sebelum disetujui keanggotaannya.

Anggota AIBD dari Indonesia adalah Kemenkominfo,TVRI dan RRI, dengan afiliasi TransCorp. Sejak Mei 2010, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) yang telah memproklamasikan diri menjadi kampus broadcasting, resmi diterima menjadi anggota baru yang terafiliasi.

AIBD didirikan pada 1977 di bawah UNESCO, dan merupakan organisasi antarpemerintah regional yang unik melayani negara-negara anggota PBB, United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN-ESCAP) di bidang pengembangan media elektronik. AIBD diberi mandat untuk mewujudkan lingkungan yang memiliki semangat dan persatuan antarmedia elektronik di Asia-Pasifik melalui kebijakan dan pengembangan sumber daya. Ini yang kemudian dijadikan visi. Lembaga ini berupaya memenuhi mandat dengan memobilisasi sumber daya intelektual dan teknologi dalam organisasi penyiaran nasional negara anggotanya, serta badan-badan regional dan internasional melalui infrastruktur mapan dan mekanisme jaringan yang meliputi instansi pemerintah, organisasi nonpemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta dan profesional individu.

Keanggotaan penuh dari AIBD terbatas pada negara-negara berdaulat dengan menunjuk otoritas penyiaran negara tersebut sebagai pelaksananya. Saat ini lembaga ini memiliki anggota 26 negara, 94 afiliasi, dan 58 mitra di Asia, Pasifik, Eropa dan Amerika Utara pada Desember 2010.

Misi AIBD, menurut Rektor Unissula Prof Dr Laode M Kamaluddin MSc MEng kepada Suara Merdeka, pertama, mendorong dialog regional dan kerja sama dalam kebijakan media elektronik di kawasan Asia Pasifik. Kedua, menyediakan platform regional untuk kerja sama internasional dalam pengembangan media elektronik. Ketiga, membantu pengembangan sumber daya manusia di media elektronik sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka. Keempat, membantu negara-negara anggota berkonsultasi dalam penyelenggaraan media elektronik.

”Secara strategis, memainkan peran yang lebih nyata untuk mendorong dialog dan kerja sama dalam kebijakan media elektronik dalam mengangkat isu global, regional, dan nasional. Juga sebagai jendela bagi para pembuat kebijakan kawasan untuk mengakses informasi ke seluruh dunia mengenai formulasi kebijakan media massa dan peraturannya,” katanya.

Lalu menjadi media dalam menjalin hubungan antarkawasan dan kerja sama untuk pengembangan media dan komunikasi, think tank untuk pengembangan program regional yang mencerminkan nilai-nilai tradisional di kawasan Asia-Pasifik.

 Institusi ini juga menjadi agen perubahan dalam lingkungan teknologi informasi secara regional dan sebagai katalis pada pengembangan media nasional. Semua itu dengan mempertimbangkan kemitraan baru antara produsen, penyedia layanan, dan pemerintah. AIBD juga dijadikan rumah media konsultasi, pusat rujukan, dan penyedia layanan bagi pengembangan SDM.

Rencana Strategis

Rencana aksi 2008-2012 dirancang dan ditinjau berdasarkan rencana strategis dan deklarasi Bangkok. Ini memberikan penekanan pada globalisasi, budaya keanekaragaman, teknologi baru. Pelayanan publik penyiaran (komunitas multimedia/radio center), pengembangan SDM, digitalisasi arsip audio dan video. Jurnalisme perdamaian dan resolusi konflik, perempuan dan isu gender, HIV AIDS, ITC dan pendidikan untuk semua, lokal program untuk anak-anak dan pertukaran program.

Berdasarkan rencana baru yang strategis, AIBD memainkan peran lebih tegas sebagai platform regional untuk mendorong dialog dan kerja sama dalam kebijakan media elektronik di kawasan Asia-Pasifik.  Asia Media Summit 2004 dianggap sebagai salah satu peristiwa premier komunikasi Asia, Arab, dan Asia-Pasifik media dialog, Amerika Utara, dan Asia-Pasifik media dialog.

AIBD juga akan melakukan inisiatif lebih untuk mengatasi perubahan, menata ulang proses bisnis media elektronik dan industri informasi dan komunikasi di dalam dan luar kawasan. Perubahan-perubahan itu  meliputi pola pendanaan penyiaran pelayanan publik, komodifikasi berita dan informasi dan komersialisasi informasi baru dan teknologi komunikasi.

”Inisiatif ini akan mendorong media lebih progresif dan kebijakan informasi yang lebih menekankan akuntabilitas sistem berbagai media dan memberikan keragaman pandangan. AIBD juga akan melakukan program-program lebih lanjut tentang bagaimana media bisa menangani isu-isu pembangunan sosial seperti pengentasan kemiskinan, HIV dan AIDS, keragaman budaya, tata pemerintahan yang baik, konflik etnis, budaya, pemberdayaan perempuan, minoritas budaya dan kelompok yang dirugikan melalui TIK,” ungkap Laode.  (Cocong AP-37)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER