panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Teknologi
16 Mei 2011
Divine Kretek, Pelenyap Kanker
MEDIO 2006 adalah masa krisis kesehatan bagi Subagjo. Dokter spesialis bedah jantung, paru, dan pembuluh darah itu divonis tim dokter Rumah Sakit (RS) Saiful Anwar Kota Malang menderita kanker kelenjar getah bening (lymphoma maligna non hodgkin). Kanker itu menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. Di leher kirinya ada sebuah benjolan. Tim dokter memutuskan pria 58 tahun itu pun harus menjalani kemoterapi.

Saat itu, tak ada pilihan kecuali menuruti petunjuk dokter. Sekalipun dia sadar efek negatif kemo pasti muncul, seperti rambut rontok, kulit gosong, pusing, mual. Sebab, selain membunuh sel kanker, kemo juga membunuh sel sehat dalam tubuh, termasuk sel jantung dan organ vital lain. Namun usai kemo pertama, dia memutuskan berhenti. “Saya tidak tahan,” ujarnya. “Mulut pedih jika dimasuki makanan, termasuk air putih sekalipun.”

Selanjutnya hari-hari Subagjo bak buah simalakama: tidak kemo tubuhnya digerogoti keganasan kanker, namun jika kemo dia tak kuat menanggung dampaknya. “Saya seperti manusia mati yang bernapas,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang Raya itu. Dia memang masih bias bernapas, tetapi tak bisa beraktivitas apa pun.

Asap Kretek

Kabar baik datang dari Prof Dr Sutiman B Sumitro, guru besar biomolekuler dari Universitas Brawijaya Malang yang menemukan terapi divine kretek yang dipadu balur nano terapi temuan Dr Gretta Zahar, ahli kimia-fisika senior, alumnus Institut Teknologi Bandung. Divine kretek adalah asap rokok kretek (bukan rokok putih) yang telah melalui peluruhan radikal bebas. Ya, terapi itu antara lain memang menggunakan asap kretek. Ada juga kopi, telur, dan ramuan lain.

Tak gampang bagi dia menerima tawaran terapi dari Sutiman. Betapa tidak? Disiplin ilmu kedokteran yang dia geluti selama ini jelas menganggap kopi dan telur kurang baik untuk kesehatan. Telur mempersubur kolesterol, kopi menyerang jantung, dan rokok penyebab penyempitan pembuluh darah dan dituduh sebagai sumber berbagai penyakit. Namun setelah menerima penjelasan Gretta dan Sutiman dengan pendekatan nano sains, akhirnya Subagjo menerima tawaran. “Apalagi secara medis kedokteran modern juga tak menggaransi penyembuhan dari kanker,” ujar Subagjo.

Bagaimana cara kerja balur divine kretek yang menggunakan pendekatan nano biologi sain? Penyebab hampir semua penyakit adalah radikal bebas dan logam merkuri yang masuk ke tubuh, baik melalui polusi, makanan, maupun minuman. Radikal bebas dan logam merkuri adalah racun. Karena itu harus diluruhkan.

Balur adalah cara efektif mengeluarkan radikal bebas. Asap rokok kretek dapat mempercepat proses detoksifikasi karena mampu memperkecil racun tubuh pada skala nano (sepersemiliar meter). Dalam bentuk nano, racun dapat keluar dari jaringan tubuh dan kulit tanpa merusak sehingga tak meninggalkan luka.

Reaksi Supercepat

Lama terapi itu sangat tergantung pada kondisi pasien. Subagjo menjalani terapi tiga bulan. Pertama, balur dilakukan tiga hari berturut-tuut. Kemudian dua hari sekali, lalu seminggu sekali. Hasilnya luar biasa. Kanker Subagjo lenyap. “Sungguh, ini penemuan radikal bagi dunia kesehatan,” tandas dia.

Sutiman menuturkan radikal bebas adalah atom yang memiliki kecepatan reaksi supercepat, sepermiliar per detik. Radikal bebas memiliki elektron yang tak berpasangan dengan inti atom. Karena tak berpasangan, sifatnya menjadi reaktif dan memberikan elektron pada lainnya dan menjadi radikal. Itulah yang menjadi sumber penyakit pada manusia dan mempercepat proses penuaan.
Agar tak radikal, biasanya diberi zat antioksidan agar memberikan pasangan elektron. Antioksidan biasanya berupa vitamin C, E, dan A. Namun meski sudah mengonsumsi vitamin, penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas tak kunjung sirna. Secara kimiawi, kata Sutiman, radikal adalah bentuk gas yang melarutkan vitamin. Karena larut, saat memberikan elektron, vitamin justru kehilangan elektron dan menjadi radikal. “Vitamin ibarat lilin. Ingin menyelamatkan radikal bebas tetapi habis terbakar,” ujarnya di klinik Rumah Sehat Jalan Surakarta 5 Kota Malang, markas Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas (LPPRB).

Dia menyatakan harus dicari antioksidan pemberi elektron tetapi tidak larut menjadi radikal. Karena itu harus sama-sama berbentuk gas. Ternyata itu terdapat pada asap rokok, yang memiliki belasan ribu jenis senyawa kimia. Asap rokok bisa diinisiasi menjadi biradikal yang membentuk nano molekuler kompleks. Karena banyak, ketika memberi elektron pada radikal bebas, tak berubah menjadi radikal bebas sebagaimana vitamin.

Pada prinsipnya asap rokok berbahaya bila kandungan kimia seperti penantrin, nikotin, dan merkuri berbentuk partikel bebas. Namun jika kandungan kimia itu tetap berbentuk senyawa dan berkelompok membentuk polimer, asap rokok tidak berbahaya. Nah, rokok yang telah ditrimen dengan pendekatan nano biologi itu dipastikan telah terhindar dari radikal bebas. Temuan itu diberi nama divine kretek.

Rokok divine kretek bisa menjadi penangkap radikal bebas di sekitarnya, sehingga dipastikan aman untuk kesehatan. Selanjutnya, divine kretek dipadukan dengan balur nano — terapi yang lebih dahulu dikembangkan Gretta — dan disebut balur divine kretek. Bagi perokok disediakan pula divine kretek berupa cairan yang diteteskan pada rokok atau berbentuk filter yang berfungsi sebagai penangkap radikal bebas, sehingga asap rokok tak menimbulkan radikal bebas, tanpa mengurangi rasa dan bau.
“Divine kretek menjadikan rokok sehat tanpa efek samping,” kata Sutiman.

Proses balur membutuhkan waktu sekitar dua jam. Tubuh dibaringkan di atas papan logam yang tersambung dengan tanah agar radikal bebas yang mengandung muatan listrik keluar dari tubuh melalui pori-pori, terus tersalurkan ke bumi (grounding). Pembaluran diawali minum larutan asam amino, selanjutnya seluruh tubuh dibalur zat acetosal, diguyur air hangat 70 derajat Celcius, serta dibalur berbagai ramuan seperti garam, air kelapa, kopi.
Pemberian asam amino untuk merangsang radikal bebas berkumpul. Pembaluran berupa usapan pada tubuh dengan arah berlawanan dengan jarum jam. Arah putaran itu berlawanan dengan putaran radikal bebas. Di sela-sela pembaluran, terapis memasukkan asap divine kretek dari rokok ke sekujur tubuh melalui spuit. Asap juga ditiupkan ke lubang telinga, hidung, dan dubur. Asap itulah yang akan meluruhkan radikal bebas.

Tubuh akan ditutup dengan alumunium voil sekitar 10 menit untuk mempercepat radikal bebas yang bermuatan listrik keluar, tersambung dengan lempeng tembaga. Alumunium voil dan guyuran air hangat memperbesar lubang pori kulit, sehingga radikal bebas cepat keluar.
Setiap hari, Rumah Sehat menerima 10-15 pasien yang mengidap berbagai penyakit, seperti kanker, gagal ginjal, gula darah, jantung, alzheimer, autis, hepatitis. Asap divine kretek membuat anak autis lebih tenang dan mudah berkonsentrasi. Apalagi terapi itu pun tanpa efek samping. (Aris Mulyawan-51)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER