panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Selebrita
01 Mei 2011
Naturalisasi Bintang Porno dalam Film Indonesia
  • Anggrahini KD
Kebijakan menaturalisasi pemain berkebangsaan asing demi mendongkrak performa Laskar Garuda dalam kancah Piala AFF lalu sempat memoncerkan nama Christian Gonzales dan Irfan Bachdim.

Diakui atau tidak, dua nama yang kini makin populer seiring dengan upaya pelebaran sayap di kancah hiburan ini acap dianggap sebagai pemantik rasa percaya diri bagi rekan-rekan satu timnya.
Jauh sebelum dinaturalisasi, Gonzales yang berjuluk El Loco ini memang kerap menjadi penyuplai gol bagi klub yang dia bela. Meski akhirnya Timnas tak berhasil memboyong takhta tertinggi, kiprah dua pemain hasil naturalisasi ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari publik pencinta sepak bola tanah air.

Meski tak sampai mengubah status kewarganegaraan, dalam jagad industri hiburan, perekrutan bintang-bintang asing juga bukan barang baru. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir, dunia perfilman disemarakkan dengan kedatangan para aktris impor. Walaupun agaknya publik masih harus berandai-andai demi mendapati bintang sekelas Natalie Portman atau Meryl Streep bermain dalam film Indonesia, kedatangan Sasha Grey konon diharapkan mampu melegakan dahaga masyarakat atas kehadiran bintang Hollywood di tanah air. Benarkah?

Sebelumnya, Sasha Grey dikenal sebagai bintang porno. Banyak penghargaan telah ia raih selama mengukir karier dalam bisnis syahwat. Perempuan yang mulai membintangi film esek-esek sejak berusia 18 tahun ini juga pernah dilirik sutradara beken Steven Sodenbergh untuk bermain dalam The Girlfriend Experience in New York. Barangkali karena menginginkan film produksinya mendapatkan kesuksesan layaknya film-film Steven Sodenbergh lain, seperti Erin Brokovich dan Ocean's Eleven, KK Dheeraj pemilik K2K Production terinspirasi untuk mendatangkan Sasha Grey.

Pocong Mati Goyang Pinggul adalah film yang disiapkan KK Dheeraj untuk dibintangi gadis kelahiran 14 Maret 1988 itu. Seperti halnya film produksi K2K Production sebelumnya yang kerap memantik kontroversi, film yang diluncurkan pada akhir April 2011 ini juga diadang oleh berbagai penolakan. Beberapa organisasi kemasyarakatan mengancam akan melakukan boikot. Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mengecam kehadiran bintang porno dalam sinema Indonesia karena dinilai akan berimbas buruk pada perkembangan anak dan remaja. Namun, Dheeraj bergeming.

Seperti biasa, beragam dalih dikeluarkan untuk meredam pelbagai kontroversi, kendati bagi produser sekelas KK Dheeraj, kontroversi-kontroversi ini cenderung sengaja dihadirkan untuk menggencarkan promosi. Menurutnya, kehadiran Sasha tak perlu dipersoalkan. Selain telah merogoh bujet yang cukup besar, Dheeraj menilai Sasha cukup pantas diundang berkat kepiawaiannya berakting.

”Dia memang bintang porno. Tapi Sasha pernah digandeng Eminem dalam video klip terbaru 'Spacebound', pemain serial Entourage di HBO, dan pemain film Hollywood,” sanggahnya.

Sanggahan yang hampir serupa juga pernah dilontarkan produser Maxima Pictures Ody Mulya Hidayat saat menghadirkan sosok fenomenal asal negeri tirai bambu Miyabi. Ody tetap kukuh menggandeng bintang Japan Adult Video (JAV) ini dalam penggarapan film Hantu Tanah Kusir, setelah sempat muncul selintas dalam film Menculik Miyabi.
”Artis yang kami libatkan adalah mantan artis porno. Jadi bukan artis porno,” elak Ody.

Kehadiran sosok-sosok yang lekat dengan bisnis pornografi ini tak lepas dari persaingan perebutan pasar. Sadar akan potensi film bergenre horor komedi yang kerap dibumbui adegan buka-bukaan dalam pasar perfilman, para produser bergerak mencari hal-hal sensasional untuk menggelitik minat penonton. Upaya merekrut para bintang porno memunculkan prasangka, bahwa naturalisasi abal-abal ini sengaja diniatkan sekadar meraup jumlah penonton sebanyak-banyaknya.

Upaya penggemukan pundi-pundi memang sangat mungkin dilakukan dengan memanfaatkan keingintahuan penonton akan hal-hal yang menjurus tabu. Sikap penonton yang mendua, antara mengecam dan penasaran, dimanfaatkan menjadi komoditas yang menguntungkan. Terlebih, secara implisit pragmatisme para pelaku industri film ini justru berhasil mengakrabkan nama-nama bintang porno asing di telinga masyarakat yang lebih luas. Wah! (62)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER