panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
09 April 2011
Ingatan Toleransi dalam ''Tanda Tanya''
image

RED carpet, penanda digelarnya acara di dunia film, tergelar memanjang mulai dari pintu masuk lantai dasar Mal Paragon, Semarang, semalam (8/4).
Karpet tersebut menuju panggung yang didirikan di tengah-tengah lantai dasar mal tersebut. Siapa yang akan berjalan di atas karpet merah itu?

Sekitar pukul 20.00, satu per satu sosok yang tak asing di belantara perfilman Indonesia keluar dari ruangan dan melangkah di sepanjang karpet. Mereka adalah sutradara Hanung Bramantyo, aktor Agus Kuncoro, diikuti aktor senior Hengky Sulaiman dan istri, serta aktris cantik Endhita yang menggandeng aktor cilik Baim.

 Sontak, ratusan orang yang telah menunggu kedatangan mereka langsung mendekat dan berebut mengabadikan momen tersebut.
Hanung mengenalkan karya terbarunya bertajuk ’’Tanda Tanya’’ yang dia tuliskan dalam bentuk sederhana berupa tanda baca “?”. Menjawab pertanyaan para wartawan, Hanung mengatakan, lewat film itu dia ingin mengingatkan tentang arti penting toleransi, saling menghormati, dan saling menghargai antarmanusia tanpa melihat perbedaan.
“Saya ingat, dulu tidak ada persoalan besar mengenai hal itu. Tapi akhir-akhir ini kita seolah dibangunkan dari tidur, semangat Bineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan negara semakin luntur. Lewat film ini, saya ingin mengajak masyarakat untuk mengingatnya kembali,” kata Hanung.

Film itu memiliki arti penting bagi Semarang, karena sebagian besar pembuatannya dibuat di Kota ATLAS.
Hal itu ternyata bukannya tak disengaja. Hanung menegaskan, Semarang layak menjadi contoh bertahannya toleransi antarmasyarakat yang berbeda-beda.

Tonton Dua Kali

Hengky Sulaiman menyarankan masyarakat untuk tak terburu-buru membuat kesimpulan tentang film yang sempat memunculkan polemik itu.
Dia bahkan meminta agar film itu minimal ditonton dua kali, sehingga isi dan maksudnya bisa benar-benar dicerna.
“Yang pasti film ini bertujuan baik, dan bagi saya termasuk salah satu film terbaik yang pernah diproduksi,” ujar aktor yang telah puluhan tahun bermain di layar lebar.

Usai bertemu para wartawan, Hanung dan para pendukung film tersebut mengikuti acara nonton perdana yang juga diikuti Wali Kota Soemarmo HS di Studio XXI.
Terlihat pula Komisaris Utama Suara Merdeka Ir Budi Santoso dan istri serta Pemimpin Umum Suara Merdeka Kukrit Suryo Wicaksono dan istri. Bersama mereka, tampak pula anggota Muspida Kota Semarang, para pejabat pemkot, anggota DPRD, LSM, dan perwakilan ormas seperti Banser.

Soemarmo mengatakan, pihaknya akan selalu menyambut baik sineas yang ingin membuat film di Semarang.
Dia juga mendukung upaya Hanung lewat filmnya itu untuk mengingatkan arti pentingnya toleransi di tengah masyarakat. (Adhitia Armitrianto-59)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER