panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
04 April 2011
Rp 3,5 Miliar Amblas, sang Juragan Emas Tetap Santai
''Allah Akan Memberi Ganti Lebih...''
image

MENGENAKAN hem lengan panjang dan sarung dan peci hitam, H Supriyanto (58) tersenyum lebar. Sesekali mulutnya mengisap rokok keretek. Di sampingnya, sejumlah kerabat, tetangga, dan kolega tampak heran. Bagaimana tidak, orang yang baru saja kehilangan harta senilai Rp 3,5 miliar itu tak tampak sedikit pun galau apalagi stres. Dia bahkan dengan santai dan seksama mencermati berita di koran tentang perampokan yang menimpanya.

”Kepingin tahu. Barangkali ada yang salah atau tidak pas,” kata ayah dua anak itu sambil melempar senyum.
Anak kedua dari 12 bersaudara itu mengaku mendapat kabar perampokan tersebut pertama kali dari Fajar, penjaga malam di rumahnya, RT 1 RW 1, Desa/Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara.

Saat itu dia tidur di rumahnya yang lain di Desa Sikumpul, beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

”Fajar datang sekitar pukul 03.00. Kata pertama yang dia sampaikan kepada saya, kapesan (musibah-Red),” tutur juragan emas  itu menirukan Fajar yang datang tergopoh-gopoh.
Setelah Fajar duduk dan menceritakan semua kejadian, Supriyanto mengaku tetap tenang. Dia lantas menjalankan shalat, tidak langsung ke lokasi kejadian.

”Saya yakin, semua itu kehendak Allah. Saya meminta kekuatan untuk menerima ketentuan-Nya, meminta solusi dan hidayah pada Allah,” kata pria yang juga sesepuh Muhammadiyah Banjarnegara tersebut.

Baginya, musibah merupakan ujian, bukan laknat. Karena itu, dia menerima semuanya dengan tenang. Dalam perjalanan hidupnya, musibah datang silih berganti. Tetapi, dia selalu menandainya sebagai jalan untuk  memperbesar dan memperlancar usahanya.
”Sejak tahun 1991, saya kenyang musibah. Tetapi saya selalu tenang, dan usaha semakin berkembang. Saya yakin Allah akan menggantinya lebih,” ujarnya optimistis.

Untuk itu, dia mengaku sudah tidak memikirkan hartanya yang hilang. Kini dia tengah bersiap agar usahanya segera jalan lagi. Dia bahkan berpendapat, perampok mendapat rezeki melalui dirinya dari Allah tetapi dengan cara yang tidak benar.
”Saya tidak berpikir barangnya kembali atau ditemukan dan pelakunya tertangkap. Sudahlah, santai saja. Itu sudah ada yang berwenang mengurusi, bukan hak saya,” katanya sembari tertawa ringan.

Guru Spiritual

Saat ini Supriyanto memiliki sedikitnya tujuh toko emas yang tersebar di Kecamatan Kalibening, Karangkobar, Pandanarum, Batur, dan Wanayasa. Untuk sementara, semua tokonya tutup dan akan kembali buka dalam waktu dekat.
”Untuk sementara, semua toko tutup dan sudah diberitahukan melalui tulisan pengumuman di toko. Tetapi, kami pastikan transaksi akan segera dilakukan lagi secepatnya. Pelanggan tidak perlu khawatir, toko emas kami masih sehat,” kata Tri Koko (44), adik korban usai berkeliling ke jaringan toko emas ’’Cahaya Rembulan’’.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PAN, H Amin Makhsun, yang datang berkunjung mengaku salut dengan kebesaran jiwa dan kepasrahan Supriyanto.

”Beliau tidak hanya senior di partai, tetapi sekaligus guru spiritual saya,” katanya.
Suprapto (56), adik korban yang tinggal di Karangkobar juga mengakui spiritualitas sang kakak. ”Kalau soal kepasrahan pada Allah, tidak ada duanya dalam keluarga,” katanya sambil menyebut saudara terjauh yang datang ke Kalibening berasal dari Slawi, Tegal. (Rujito-59)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER