panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
01 April 2011
PCNU Tolak Majelis Tafsir Alquran
  • Dakwahnya Dinilai Provokatif
PURWOREJO-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo akhirnya mengeluarkan sikap terhadap keberadaan jamaah Majelis Tafsir Alquran (MTA) yang disinyalir mulai ekspansi dakwah ke Purworejo sejak enam bulan terakhir. NU menolak kehadiran MTA karena materi dan metode dakwahnya dinilai provokatif, meresahkan, serta bisa memicu perpecahan umat. Sikap PCNU itu disampaikan Rois Syuriah NU KH Habib Hasan Al Ba'bud dan Ketua Tanfidziyah HA Hamid AK SPd I dalam rapat koordinasi menyikapi keberadaan MTA yang difasilitasi Kantor Kementerian Agama, Kamis (31/3) kemarin.

Rakor yang dimoderatori Kepala Kemenag Drs H Khozin Sukardi dihadiri Assek III Drh H Abdul Rahman mewakiliki bupati, Kasdim Mayor Inf Deny Kartiwa, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purworejo KH Abdullah Syarqowi, Ketua Forum Komunikatan Umat Beragama (FKUB) KH Junaedi Jazuli, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo H Dandung Danadi, Kabag Kesra Setda Purworejo Drs Bambang Susilo, perwakilan Polres, serta perwakilan Kesbangpolinmas.

PCNU sendiri telah mengeluarkan surat PCNU bernomor: PC.11.32/04/D/III/2011 yang berisi pernyataan sikap tersebut. Surat tersebut juga ditandatangani para kiai khos di Purworejo. Mereka yakni KH Jakfar Samsuddin pengasuh pesantren Al Falah Lugosobo, KH Dawud Muchlas (PP Al Muttaqin), KH Dawud Maskuri (PP Ma'unah Plaosan), KH Thoyfur Mawardi (PP Darut Tauhid), KH Habib Hasan Al Ba'bud (PP Al Iman Bulus), KH Abdullah Syarqowi (PP Al Irsyad), KH Chalwani Nawawi (PP An Nawawi), KH Nashihin CH (API Winong Kemiri), dan KH Much Atabik (PP Ash Shiddiqiyah).

Tebar Kebencian

Dalam pernyataan sikap itu ditegaskan, kiai merasa keberatan dengan materi dan metode pendekatan yang dilakukan MTA dalam melakukan dakwah. Pasalnya, MTA tidak menghormati perbedaan fiqhiyah, cenderung melecehkan ajaran kelompok lain, provokatif, menyebarkan kebencian, dan permusuhan di kalangan umat Islam, sehingga mengganggu ketenteraman dan keharmonisan umat beragama di Purworejo.

Ketua Tanfidziyah PCNU HA Hamid AK SPd I menyerukan kepada umat Islam, khususnya warga NU agar selalu menjunjung tinggi persaudaraan dan menghindari tindakan anarkis dengan main hakim sendiri.
"Jangan mudah terprovokasi. Percayakan kepada kami untuk berusaha mencari solusi terbaik dengan tetap menjaga situasi Purworejo yang adem ayem," katanya. (H43-84)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER