panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
30 Maret 2011
Surat Pembaca
Kecewa terhadap Pelayanan PT Aowa
Saya diharuskan membeli produk dari PT Aowa karena saya mendapatkan hadiah sekaligus 4 (empat macam).
Namun pada saat produk dimaksud saya bawa pulang, marketing mengatakan bahwa besok akan datang petugas PT Aowa ke rumah untuk memberikan pelatihan pengoperasian produk yang saya beli, tetapi sampai sekarang tidak pernah datang.

Saya pernah mendatangi counter Aowa di Solo Grand Mall dan menyatakan kekecewaan. Petugas menyarankan agar saya menelepon ke counter Aowa Ambarukmo di Jogja, tetapi lagi-lagi nomor telepon yang diberikan ternyata milik warga perumahan di Jogja.

Saya sungguh sangat kecewa dengan sikap petugas counter PT Aowa yang tidak peduli terhadap customer. Untuk itu saya berharap kepada manajemen PT Aowanusa menanggapi tulisan saya ini dan segera mengirim petugas, sehingga produk yang saya beli dapat segera berfungsi.

Wahyuningtyas AP
Jl Brigjen Slamet Riyadi 468
Surakarta
***

Kapan Jl Meranti Raya Dibetulkan?

Ketika Jl Cemara diperbaiki dan lubang di jalan ditambal secara tradisional saya gembira, karena merasa sebentar lagi akan tiba Jalan Meranti Raya, Perumnas Banyumanik, Semarang.
Ternyata harapan tinggal harapan dan sampai surat pembaca ini ditulis lubang di depan PDAM Banyumanik masih belum mendapat giliran.
Bahkan kami informasikan kepada bapak yang berwenang tentang jalan di depan PDAM itu sudah makan korban seorang tabrak lari. Untungnya yang bersangkutan sampai sekarang masih hidup. Lubang ini sangat berbahaya.
Demikian harapan saya sebagai warga Perumns yang rumahnya di pinggir jalan, selalu waswas.
Semoga tulisan singkat ini dapat terbaca oleh bapak yang berwenang dalam soal tambal-menambal jalan, sehingga hatinya tergerak untuk segera meninjau dan bertindak
Parmanto SH MHum
Pengurus FPSP
Jl Meranti Raya 301 Semarang

***
Guru, Oh Guru ...

Berita miring tentang guru kembali terkabarkan sepekan ini. Baik yang berupa kekerasan fisik terhadap siswa maupun pelecehan seksual (beberapa waktu yang lalu).
Sebagai manusia biasa apalagi seprofesi guru, membuat hati kami tercabik-cabik dan miris, karena sosok yang konon harus menjadi anutan dan contoh bagi masyarakat, ternyata telah sedemikian hancur moralitasnya.
Bukan sekedar kekerasan fisik terhadap siswa maupun pelecehan seksual, bahkan perilaku amoral yang notabene melanggar etika pun kerap dilakukan oleh para pendidik kita.
 Sebut saja suka bolos ngajar, memaksakan jumlah jam mengajar dengan alasan memenuhi syarat sertifikasi dan demo menuntut hak sementara kewajibannya belum terpenuhi secara maksimal.
Dengan dalih apa pun, pelanggaran norma dan etika oleh para guru sangat tidak dibenarkan, karena profesi guru yang sungguh mulia, sosok yang patut digugu dan ditiru.
Para guru kita (dulu) sering mengumandangkan peribahasa ”guru kencing berdiri murid kencing berlari”, peribahasa yang menggambarkan betapa perilaku guru berdampak sistemik bagi siswa didiknya, baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang akibat dari daya rekam siswa didik atas perilaku gurunya itu.
Untuk era sekarang ini peribahasa itu dilanjutkan menjadi ”guru kencing berlari murid kencing berlari sambil menari-nari. Guru kencing berlari sambil menari-nari murid kencing di atas pohon kenari”. Duh, sudah sedemikiankah keadaannya? Sekarang dapat dilihat dampaknya pada siswa didik yang sudah banyak menjadi ”orang” di negeri ini dengan segala perilaku amoralnya (maaf).
Jika demikian maka perlu kiranya bagi (kita) para guru diberi pelajaran budi pekerti, jangan hanya kepada siswa saja. Karena telah terbukti tidak hanya kenakalan remaja (siswa) saja, tapi juga ada (sering) terjadi kenakalan para guru. Mari tulisan itu kita renungkan bersama.

Dra Ekaning W Rahayu, SU
(Guru Sejarah SMP)
Perum Klipang Blok P 1/05
Sendangmulyo, Semarang 50272

Setelah Kartupos Kini Perangko Rp 1.000 Menghilang


Sungguh malang nasib penggemar TTS di DI Yogyakarta, karena beberapa bulan yang lalu (sampai kini juga belum teratasi) mengalami kesulitan da-lam memeroleh kartupos.
Kini mereka makin pusing dan menjerit karena perangko yang Rp 1.000-an mulai raib dari pasaran, bahkan di KPB Yogyakarta juga ‘’sami mawon’’.
Keluhan ini dilontarkan lewat surat pembaca pada media lokal, tapi tanggapan tak juga muncul.
Makin lama tak berkeputusan, akan membuat kehidupan mereka terganggu.
 Jangan terlalu lama kami dibiarkan dengan kesulitan-kesulitan ini. Kami berharap ada solusi yang akan cukup melegakan.

Santosa
Jl Sukoharjo
Gg Jambu 148
Gejayan, Condongcatur
Depok Sleman DIY 55283
081392169289
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER