panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
26 Maret 2011
Targetkan Cetak 10 Ribu Wirausahawan dari Pesantren
  • Kerja Sama Kemenakertrans-Ponpes
SEMARANG- Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menargetkan mencetak 10.000 wirausahawan baru dari lingkungan pondok pesantren dalam rangka mengurangi pengangguran.
Menindaklanjuti upaya tersebut, kemarin dilakukan penandatanganan kerja sama antara pondok pesantren dan Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang dan Solo, dalam silaturahmi alim ulama se-Jateng dengan Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PBNU Said Aqiel Siradj, di Kantor PWNU Jateng Jl Dokter Cipto,  Semarang.

Penandatanganan kerja sama secara simbolis dilakukan Menakertrans bersama PWNU Jateng dan Ponpes Al Hikmah Sirampog, Benda, Brebes, dan disaksikan ketua umum PBNU. Hadir dalam acara itu, Ketua DPP PKB yang juga Ketua DPW PKB Jateng Abdul Kadir Karding, Ketua PWNU Jateng Moh Adnan, dan anggota DPRD Jateng dari Fraksi PKB, Sukirman, Fuad Hidayat, dan Muh Zein.

Turut hadir, sejumlah ulama seperti KH Munif Muhammad Zuhri (Ponpes Girikesumo Mranggen, Demak), KH Masruri Mughni (ketua Syuriah PWNU Jateng), KH Mahfudz Ridwan (Ponpes Edi Mancoro Gedangan,  Salatiga), KH Yusuf Chudlori (Ponpes API Tegalrejo Magelang), dan KH Abdul Azis (Wonogiri).

Dibekali Keterampilan

Menurut Muhaimin, pihaknya akan melihat kemampuan pesantren-pesantren dalam menciptakan wirausahawan baru. Para santri ponpes akan dibekali keterampilan dengan kegiatan ekonomi produktif. Bentuk kegiatan antara lain pelatihan di BLK, program peternakan, dan perkebunan.
Menurut dia, sekitar 50 ponpes di Jateng siap membimbing santri menjadi wirausahawan baru.

Mengenai modal yang disiapkan pemerintah pusat untuk mencetak 10.000 wirausahawan baru tersebut, Muhaimin menyatakan tak begitu besar, karena lebih dititikberatkan pada pelatihan. “Kami tak banyak mengeluarkan modal. Permodalan nantinya ditangani Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah,” katanya.

Muhaimin menambahkan, dari 115 juta tenaga kerja di Indonesia, hanya 30 persen yang bekerja di sektor formal. Sisanya 70 persen berada di sektor mandiri dan informal. “Itu artinya, perlu pelatih-pelatihan bagi calon-calon wirausahawan baru,” jelasnya. (H30,H23-59)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER