SEBUAH acara minum wedang ronde bersama guna menciptakan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) digelar di Lapangan Pancasila Kota Salatiga, pada 12 Agustus 2009 yang diikuti 3.777 peserta, dan melibatkan 41 penjual ronde yang biasa mangkal di sejumlah tempat. Rekor minum ronde secara bersama pun tercipta. Seperti diketahui, wedang ronde atau sekoteng adalah minuman favorit bagi sebagian dari 171.000 warga Salatiga (BPS,2010), yang kotanya berhawa sejuk dan dingin.
Minuman campuran air panas, jahe, kolang-kaling, agar-agar, kacang, dan ronde (bulatan tepung ketan diisi enten-enten) banyak dijual di sudut kota itu yang memiliki empat kecamatan. Tak sedikit orang luar kota mampir atau singgah di Salatiga untuk menikmati kehangatan wedang tersebut. Para penjual menjajakan minuman itu secara lesehan di emperan toko dan trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman.
Selain membawa gerobak dorong, ada penjual mangkal di sejumlah gang di Jalan Jenderal Soedirman. Di sudut-sudut kota lain, juga ada penjual tapi tidak sebanyak di Jalan Jenderal Soedirman. Belasan penjual yang mangkal di jalur protokol tersebut biasanya membuka dasaran sekitar pukul 15.00 hingga menjelang subuh. Beberapa warung malah berjualan sejak siang. Harga semangkuk hanya Rp 3.000.
Usaha kuliner ini membantu Pemerintah Kota Salatiga dalam upaya membentuk citra kota. Ingat wedang ronde maka ingat Salatiga. Bahkan bisa dianggap sebagai wisata kuliner khas. Tidak sedikit, tamu hotel berbintang di kota itu, misalnya dari Hotel Laras Asri, Le Bringin, dan Grand Wahid, menikmati wisata kuliner minum ronde.
Berjualan wedang ronde pun membantu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Dengan berkurangnya kemiskinan dan pengangguran, persoalan-persoalan sosial bisa diminimalisasi. Lebih jauh, usaha jualan wedang ronde secara tidak langsung membantu pengamanan pertokoan dan pasar di Jalan Jenderal Soedirman, jalan yang menghubungkan Solo dan Semarang.
Usaha itu berlangsung turun-temurun. Ada beberapa tempat yang dikenal antara lain Wedang Ronde Emak Pari di Jalan Merbabu, Wedang Ronde Jago di Jalan Jenderal Soedirman. Penjual wedang ronde dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi/ cara jualannya, yakni pertokoan, warung/ rumah, trotoar, dan gerobak keliling.
Mereka yang berjualan di pertokoan biasanya juga menjajakan makanan/minuman lain. Mereka beromzet besar karena mampu membeli/menyewa toko. Mereka yang membuka usaha di rumah menambah dengan makanan kecil sebagai pendamping. Akan tetapi mereka memodifikasi wedang ronde dengan berbagai rasa, seperti cokelat, susu, komplet, atau buah-buahan.
Memberi Stimulan
Penjual di trotoar biasanya membawa angkringan, dan membuka dasaran di tempat itu dengan cara menggelar tikar menjelang sore. Kebanyakan mereka hanya menyediakan wedang ronde. Adapun penjual ronde keliling biasanya menjajakan dengan gerobak, dan berhenti di tempat tertentu. Biasanya mereka hanya menyediakan wedang ronde.
Penjual ronde telah menjadi bagian dari pengurai permasalahan sosial mengingat mereka mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan menafkahi keluarga. Karena itu, Pemkot melalui SKPD perlu memberdayakan keberadaan penjual ronde melalui pembentukan komunitas penjual wedang ronde, pembinaan secara berkala, dan pemberian bantuan modal/peralatan usaha.
Lewat komunitas, pembinaan lebih mudah dilakukan, termasuk dari Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Pemangku kebijakan lain yang juga bisa membina adalah Dinas Pasar dan PKL, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Kantor Satpol PP, Bappeda, Dinkes, dan kalangan perbankan.
Dengan adanya komunitas dan pembinaan, tiap SKPD dapat memberikan bantuan. Mengingat wedang ronde telah menjadi bagian dari ikon kuliner, bantuan itu diharapkan makin mempercantik wajah kota, sekaligus memberi stimulan kepada pedagang. Hal itu mengingat wajah kota kali pertama bisa dinilai dari keberadaan PKL.
Karena itu, mempercantik ’’wajah’’ tempat usaha wedang ronde bisa menjadi salah satu program Pemkot. Ibaratnya, lewat wedang ronde, Salatiga bisa mendunia. (10)
— Jamaludin Al Ashari SH, staf Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Salatiga (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad