panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Hukum
14 Maret 2011
Korban Teroris Kampanye lewat Film ”Killing In The Name”
JAKARTA - Para korban bom teroris melakukan kampanye anti terorisme dengan memutar film dokumenter ”Killing in The Name” di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu kegiatan kampanye ini digelar di pondok pesantren Darun Najah, Jl Ulujami Raya, Jakarta Selatan, Minggu (13/3).

Hadir pada kegiatan ini para peneliti ICIS, sejumlah perwakilan negara sahabat, pimpinan pondok pesantren Darun Najah, para santri, para puluhan korban bom terorisme di Indonesia, dan sejumlah kalangan yang peduli terhadap kegiatan anti terorisme. 

Kegiatan tersebut difasilitasi Global Survivor Network (GNS) Washington bersama International Conference of Islamic Scholars (ICIS) dan Asosiasi Korban Bom Terorisme di Indonesia (Askobi).

Di Indonesia, kegiatan ini digelar di tiga pondok pesantren, yaitu Darun Najah dan As-Shidiqiyah Jakarta, serta pondok pesantren Al Hikam Malang. Direktur GSN yang juga korban tragedi WTC Amerika Serikat 11 September 2001, Carie Lemacks, mengatakan, pihaknya melakukan kampanye anti terorisme di suluruh dunia, termasuk Indonesia.

”Hingga kini sudah ada 10 negara yang kami kunjungi, salah satunya Indonesia,” kata Carie yang ibunya tewas dalam pesawat yang ditabrakkan ke WTS 10 tahun silam.

Kampanye anti terorisme tersebut dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih besar lagi. Sebab, apapun alasannya, membunuh orang yang tidak bersalah tidak dibenarkan. ”Kampanye ini agar para korban bom teroris bisa bicara lantang,” katanya.

Carie mengungkapkan, di setiap negara yang dikunjungi kegiatan kampanye, pihaknya mendapat respon positif dari masyarakat. Karena itu, kegiatan kampanye anti terorisme tersebut akan terus dilakukan di penjuru dunia.
”Kita ingin mereka bicara. Belum lama ini kampanye dilakukan di Jordania. Apapun alasannya, membunuh orang yang tidak bersalah tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Carie yang merasakan langsung dampak terorisme sangat yakin kampanye yang dilakukannya akan banyak membuahkan hasil. ”Kami yakin berdampak besar. Film itu nanti akan ditayangkan juga dari di televisi Indonesia,” kata Carie.

Senin (14/3), film Killing in The Name diputar di pondok pesantren Al-Hikam Malang. Selanjutnya, pada 15 Maret, akan diputar di pondok pesantren As-Shidiqiyah, Jakarta.

Film ini sempat masuk nominasi piala Oscar untuk kategori film dokumenter pendek terbaik. Carie menceritakan bahwa film ini mengisahkan kehidupan Ashraf Al-Khaled, seorang pemuda asal Aman Yordania. Saat pernikahannya berlangsung, ia tidak bisa merayakannya dengan bahagia. Bagaimana tidak, peristiwa berdarah terjadi dan merenggut ayah kedua mempelai yang sedang berbahagia.

Ada seorang pria yang nekad melakukan bom bunuh diri melangkah masuk ke tempat Ashraf dan dalam sekejap mata 27 nyawa terenggut paksa. Hingga kini Ashraf tak bisa melupakan hari paling menyakitkan dalam hidupnya tersebut.

Ashraf tak mau diam. Ia tak ingin peristiwa yang sama terulang lagi. Dengan sekuat tenaga Ashraf mulai mencoba membangkitkan kesadaran bahwa tidak ada yang mulia dari tindakan terorisme.

Pekerjaan ini tak mudah karena di negeri yang mayoritas dihuni oleh pemeluk Islam, membicarakan soal terorisme bukanlah sesuatu yang wajar. Namun itu tidak membuat surut langkah Ashraf.

Satu yang tetap dipegang oleh Ashraf: ”Kalau kita bahkan tak bisa membicarakannya, teror ini akan pernah berhenti. Dalam film itu, Ashraf melakukan protes terhadap aksi terorisme di banyak negara, termasuk Indonesia.

Ia bahkan sempat datang langsung ke desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, untuk berdiskusi langsung dengan keluarga dan santri pondok pesantren Al-Islam yang diasuh keluarga Amrozi, pelaku bom Bali.(di-80) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER