PURWOREJO - Tanah retak di Dusun Jambean, Desa Sidorejo, Kecamatan/Kabupaten Purworejo semakin mencemaskan warga sekitar. Pasalnya, tanah retak dalam kondisi terputus-putus 400 meter mulai merusak bangunan di sepanjang garis retakan.
Salah satu bangunan yang paling mencolok terlihat rusak adalah Mushala Al Muttaqin yang tepat di atas tanah retak. Tembok mushala sudah putus dan miring setelah dasar tanah di bagian fondasi mulai ambles.
Berdasar pantauan Suara Merdeka kemarin, panjang retakan tembok sudah hampir dua meter. Selain itu, pagar mushala yang letaknya satu garis lurus ke samping dengan tembok itu juga putus. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan peristiwa tanah retak itu akan menimbulkan dampak kerusakan yang semakin parah.
Kepala Desa (Kades) Sidorejo Sugianto mengungkapkan, kerusakan tembok dan pagar mushala menunjukkan bahwa tanah retak cukup serius dan perlu penanganan lebih cepat.
Mulai Khawatir
"Warga mulai khawatir karena bukan hanya tanah yang retak, melainkan bangunan pun jadi rusak," katanya.
Dia khawatir tanah retak di lereng perbukitan Menoreh bisa memicu longsor. Jika hujan deras, warga yang tinggal di daerah rawan itu cemas. "Apalagi kalau malam hari, warga tidak bisa tidur," katanya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Sidorejo Martono menambahkan, kalau hujan malam hari, warga memilih menjaga agar air hujan tidak masuk ke dalam retakan. "Saluran air yang ada terus dipantau. Warga mengarahkan air melalui saluran yang dibuat di lereng perbukitan," katanya.
Pemerintah Desa Sidorejo berharap, Pemkab agar responsif dan segera mengambil tindakan. Setidaknya dimulai dengan studi dan penelitian untuk mengetahui penyebab keretakan agar bisa diketahui rekomendasi dan skenario penanganannya.
"Ini menyangkut keselamatan 67 keluarga. Mohon dengan sangat agar Pemkab segera mengundang Balai Sabo Yogyakarta untuk meneliti. Jangan biarkan warga di bawah teror kecemasan dan ancaman bencana," harap Sugianto.
Seperti diberitakan, retakan tanah itu dikhawatirkan bisa memicu terjadinya tanah longsor dan mengancam 67 KK yang tinggal di Dusun Jambean, Bokongan, dan Jurangjero. Tanah retak ini terjadi sejak sepekan lalu. Warga hanya bisa melakukan langkah antisipasi dengan menutup retakan tanah dan membuat saluran air agar tidak masuk ke dalam retakan. (H43-61) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad