panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Gerbang
22 Februari 2011
Berkembang Bersama Koperasi
  • Industri Cor Logam Ceper, Klaten
RAMAINYA persaingan, kadang membuat pelaku usaha bersaing secara tidak sehat. Dengan perang harga misalnya. Koperasi yang dibentuk sebagai wadah bersama pun kadang hancur karena persaingan. Namun, Koperasi Pengecoran Logam dan Permesinan Batur Jaya, Ceper, Klaten justru berkembang dan mampu menjadi wadah usaha bagi anggotanya.

Koperasi Batu Jaya dirintis sejak tahun 1973 dan resmi berdiri tahun 1976. Dulu masih menyewa tempat, tapi saat ini mereka punya gedung yang bagus dan luas, serta tempat produksi yang sangat memadai. Total luasnya 6000 m2 di Batur, Desa Tegalrejo, Ceper, Klaten.

Dari sekitar 320 pengusaha cor logam di Ceper, 247 di antaranya terdaftar sebagai anggota koperasi, meski beberapa di antaranya sudah meninggal.

Bupati Klaten H Sunarna SE MHum merasa bangga dengan capaian Koperasi Batur Jaya menjadi koperasi berskala besar secara nasional.
’’Saya berhatap Koperasi Batur Jaya bisa menjadi koperasi percontohan tingkat nasional di bidang pengecoran logam khususnya. Bisa juga menjadi contoh bagi koperasi lain di Klaten agar berkembang,’’ kata Bupati.

Koperasi yang diketuai Drs H Anas Yusuf Mahmudi sejak1994 itu masih fokus pada pembuatan blok rem kereta api. Order dari PT Kereta Api (KA) itu diterima setiap tahun dalam jumlah besar, dengan nilai tender miliaran rupiah.

Tahun 2011, Koperasi Batur Jaya kembali memenangkan tender pembuatan blok rem dari PT KA. Order pembuatan 993.877 buah blok rem itu dikerjakan multiyears, sejak 2011 sampai 2014.
Tahun 2010 lalu, mereka mengerjakan 102.565 blok rem senilai Rp 8 miliar. Produksi total mencapai 300 ton pertahun.

’’Kami menang tender pembuatan blok rem kereta, tapi masih nego harga. Rencananya, order akan dikerjakan empat tahun bertahap. Volume pembuatan blok rem mencapai 75 persen dari total pekerjaan koperasi,’’ kata Manajer Koperasi Batur Jaya H Afwan Susanto.

Setiap ada pekerjaan, anggota termasuk pengurus yang juga pemilik pabrik dikumpulkan untuk membagi pekerjaan berdasarkan kesanggupannya, sehingga tak ada iri hati. Koperasi hanya mengerjakan sisanya, atau mengambil alih order bila pengusaha mengalami kesulitan.

Koperasi biasanya hancur karena pengurus ingin menikmati hasil besar. Tapi di sini, pengurus jarang yang mengerjakan order tapi diserahkan ke anggota. Itu membuat kepercayaan anggota meningkat. Komitmen kuat antara pengurus, manajemen dan anggota membuat koperasi yang membuatnya bertahan.

Tahun 2010 lalu, koperasi mampu mengantongi untung Rp 750 juta. Jumlah itu belum termasuk pembelian tanah seluas 1050 meter untuk perluasan arena produksi, berikut pembangunnya gedungnya. Saat ini, ruang tersebut sudah digunakan untuk produksi blok rem.

Lempar Order

Seiring berkembangnya teknologi, koperasi pula yang merintis alih teknologi dari dapur kopula ke dapur induksi bertenaga listrik. Dari 200 pengusaha, baru 30 yang punya dapur induksi, namun sudah bisa mengerjakan seluruh kebutuhan di Ceper.

’’Kalau dulu 20 ton besi perlu waktu seminggu, dengan dapur induksi hanya butuh waktu dua hari. Itu berarti efisiensi. Tapi investasinya mahal sekitar Rp 1 miliar. Kalau dibilang Ceper mati, itu tak benar,’’ tegas Anas Yusuf.

Belum lama ini, koperasi mendapat bantuan dapur induksi kapasitas 500 kg bantuan menteri yang sudah beroperasi. Selain itu, ada bantuan instalasi listrik 600 KVA dan modal Rp 2 miliar dari Gubernur Jateng.
Diakui Anas, banyak pengusaha yang pabriknya tak beroperasi, namun bukan berarti mereka mati. Mereka masih menerima order dari rekanannya dan melempar kepada pemilik dapur induksi. Setelah mampu, mereka juga berinvestasi dapur induksi.

Di balik keberhasilan itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Klaten berharap Batur Jaya bisa menjadi pelindung bagi usaha cor logam skala kecil dan menjadi mitra. Jangan sampai koperasi yang sudah menggunakan dapur induksi justru menjadi pesaing.

’’Filosofi koperasi itu bagus, prospek industri cor logam juga sangat menjanjikan, jadi peluang Batur Jaya untuk lebih berkembang masih sangat terbuka. Koperasi yang kolap biasanya pengurusnya kurang serius hanya setengah-setengah,’’ katanya.

Dia juga berharap koperasi cor logam yang sudah menjadi koperasi skala besar bisa menjadi acuan bagi koperasi lain.
Selain itu, menjadi mitra bagi pengusaha yang tidak masuk menjadi anggota koperasi.(Merawati Sunantri-50)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER