SOLO-Kurikulum Teknologi Informasi (TI) di jenjang perguruan tinggi dinilai kurang pas dan ketinggalan dengan kurukulum di jenjang pendidikan SMK. Hal itu disampaikan pakar TI, Onno W Purbo seusai memberikan materi pada seminar internasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), baru-baru ini.
Pria yang telah membuat 40-an buku TI tersebut menjelaskan, kurikulum di perguruan tinggi tertinggal dua sampai tiga tahun. ”Usia yang paling bagus untuk menjadi programer antara 17-25 tahun. Lebih dari itu agak sulit. Tapi, saat ini kurikulum yang ada di perguruan tinggi sudah telat, kalah dengan SMK,” kata Onno.
Kurikulum di universitas sebenarnya telah mengalami perkembangan. Hanya, kalah cepat jika dibandingkan dengan SMK. Akibatnya banyak perusahaan yang memilih merekrut tenaga TI dari SMK. Alasannya, mereka lebih andal serta gaji yang diberikan rendah daripada lulusan D3 atau S1.
Lulusan SMK jurusan TI, katanya, memiliki kemampuan dalam pemrograman java, sedangkan di tataran perguruan tinggi belum tentu memiliki. ”Akibatnya, banyak lulusan PT yang tidak terserap di dunia kerja,” jelasnya.
Dia mengharapkan ketidaksesuaian kurikulum ini bisa segera dibenahi. Namun di luar itu, Onno menekankan kepada mahasiswa TI untuk menyiasati masalah tersebut. Langkah yang harus diambil mahasiswa adalah jangan hanya terpaku pada pelajaran-pelajaran di kampus, tetapi mau belajar dari dunia luar. Salah satu yang paling bermanfaat yaitu mempelajari buku dan mencari tahu di internet yang bisa diakses gratis. Setelah itu, mahasiswa juga dituntut berani mengaplikasikan.
Terlebih lagi saat berkompetisi dengan sumber daya manusia (SDM) dari luar negeri, hasil karya sangat diandalkan. ”Orang luar negeri kalau mencari tenaga TI tidak membutuhkan surat lamaran, hanya melihat hasil karya. Jadi, mahasiswa sebaiknya bergabung dengan mailing list. Dengan demikian, mereka (perusahaan luar negeri) akan mengetahui kemampuan kita,” tandasnya.
Namun, secara umum dia menginginkan perubahan mendasar pada kurikulum TI di perguruan tinggi, baik jurusan D3 maupun S1. Sebab untuk mendidik pakar TI yang andal, harus dimulai sejak dini, paling tidak usia SMP dan SMA/SMK. (han-37) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad