panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
04 Februari 2011
Mengintip Esek-esek di Bilik Warnet (2-Habis)
Dimanfaatkan Pelacur untuk Berkencan
BILIK tertutup dari warnet yang ingin memberikan privasi lebih kepada para keonsumen ternyata tidak hanya disalah-gunakan oleh kalangan pelajar dan mahasiswa untuk berbuat asusila. Dari hasil penelusuran Suara Merdeka, warnet tersebut juga dimanfaatkan  oleh para pelacur untuk bertransaksi dan kencan. Menurut informasi dari salah seorang operator warnet, PSK tersebut biasanya mencari konsumen lewat jejaring sosial model lama MIRC atau chatting dan menggunakan sebuah nickname yang intinya sedang butuh uang.

Untuk menemukan PSK seperti ini, memang butuh waktu cukup lama. Rata-rata PSK yang menjajakan diri lewat chatting tidak suka basa-basi dan langsung to the point. Jika dianggap tidak serius, mereka akan berhenti membalas pesan yang dikirim. Pada umumnya juga, PSK ini memilih lokasi kencan di sebuah hotel di Semarang. Sedangkan yang memilih kencan di warnet.

Seperti yang diakui, seorang PSK sebut saja Mayang (23). Ia mengaku dari chatting langsung menetapkan tarif Rp 150 ribu kepada seorang calon pelanggan. Ia memberikan pelayanan seks oral di sebuah warnet yang terletak di pusat kota. Ketika ditanya apakah bisa memberi pelayanan lebih, dengan tegas dia menolak. ’’Kalau mau minta pelayanan lebih, cari aja yang lain,’’ katanya.

Sementara itu, tempat warnet yang biasa digunakan untuk transaksi esek-esek ini tidak begitu besar. Kendati demikian, pengunjungnya cukup ramai. Bau pengab dan asab rokok memenuhi ruangan ini. Memang, bila dibandingkan dengan warnet lain di kawasan Gajahmungkur, tingkat privasi warnet yang satu ini masih kurang. Sebab ruang sebesar 1 m x 1,5 m dengan sekat kayu triplek yang disediakan hanya dilengkapi dengan pintu penutup dari tirai kain dan alas karpet untuk duduk.

Walau di hati diselimuti perasaan dag-dig-dug melihat situasi yang ada, kami mencoba untuk tetap tenang. Setidaknya rasa penasaran yang begitu besar tersebut bisa mengalahkan ketakutan dan rasa grogi. Sesuai dengan petunjuk yang diberikan, ketika dihubungi lewat chatting  Mayang kemudian muncul. Sesosok perempuan berkulit coklat dengan tinggi sekitar 155 cm dan agak kurus. ”Masnya yang chatting dengan saya tadi ya?” tanya Mayang menyapa. Tanpa panjang lebar, dia pun menanyakan kesepakatan awal dan sembari berbisik supaya tidak diketahui oleh pengguna internet yang lain.

Tak Sepakat

Namun melihat situasi yang kurang nyaman, akhirnya perjajian batal. Kami pun tetap memberikan uang kompensasi kepada perempuan yang mengaku berasal dari luar Kota Semarang. Ia kemudian meninggalkan warnet.

Seorang operator warnet di Semarang Hanip Aditya (25) mengatakan, secara pribadi dirinya tidak sepakat jika warnet digunakan untuk kegiatan mesum. Meski di warnetnya belum pernah memergoki pengunjung yang berbuat asusila, pihaknya dengan keras akan memperingatkan konsumennya untuk keluar bila mendapati kejadian tersebut.

“Dari segi apapun baik agama maunpun norma sosial, perbuatan mesum yang dilakukan oleh mereka yang belum terikat tali pernikahan adalah perbuatan yang melanggar hukum. Sebaiknya para pengelola warnet tidak membuat bilik-bilik tertutup di tempat usahanya supaya tidak menjadi tempat untuk kegiatan negatif,” pungkasnya. (Leonardo Agung B, Muhammad Syukron,53)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER