panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
22 Januari 2011
SURAT PEMBACA
Manfaat Surat Pembaca
Para pembaca menilai daya tarik Suara Merdeka terletak pada rubrik Piye Ya, Piye Jal dan Surat Pembaca (SP). Hal tersebut karena warga masyarakat merasa perlu mengekspresikan ”kebebasan bersuara” melalui koran kesayangan rakyat Jawa Tengah ini. Walaupun tidak sefenomenal Wikileaks yang menggemparkan karena membocorkan dokumen rahasia negara tertentu, SP memunyai kesamaan dengan situs milik Jullian Assange tersebut, yaitu sama sama ”memberitahu” kepada masyarakat tentang segala sesuatu yang kurang beres di lingkungan tempat tinggalnya. Baik itu tentang jalan rusak, sistem hukum yang kurang dilaksanakan pada tempatnya, pelanggaran oleh pejabat pemerintah atau ketidakberesan yang lain. Semua kritik, saran dan keluhan dari masyarakat tertampung di rubrik ini, tapi tetap dalam koridor kesantunan khas Jawa Tengah.

Contoh ”korban” SP di tingkat nasionai adalah ketika seorang warga Jakarta mengirim keluhan lewat rubrik ini di koran nasional tentang kemacetan yang ditimbulkan oleh rombongan Presiden dari Cikeas menuju Jakarta setiap harinya. Imbasnya protokoler kepresidenan membenahi kinerjanya dan bahkan memancing komentar dari berbagai kalangan waktu itu, kemudian yang terakhir adalah seorang penulis bernama Deviana yang mengaku melihat Gayus Tambunan sang mafia pajak di Singapura, imbasnya seluruh media massa geger dan konon sang penulis sampai harus ”mengungsi’’ meninggalkan rumah akibat teror.

”Karir” kepenulisan di rubrik SP saya dimulai sejak tahun 1998 semasa saya masih menjadi mahasiswa hingga kini. Berbagai manfaat terasa karena aktif menulis. Mulai dari tambahnya kenalan yang berujung pada tali persaudaraan, bertambahnya ilmu pengetahuan karena mau tidak mau jika kita menulis sesuatu maka kita harus detail membaca referensinya. Hal ini tentu harus banyak bergulat dengan buku dan internet demi memperbaiki kualitas kepenulisan hingga semakin terasahnya insting mencermati segala sesuatu di sekitar kita.

Memang menulis di SP Suara Merdeka tidak mendapatkan honor, namun bagi ”SP Mania” bayaran yang tiada terkira adalah ketika tulisannya muncul dan mendapatkan respon dari masyarakat atau institusi yang dikritik. Ini adalah sebuah penghargaan yang lebih memuaskan daripada lembaran uang.  Pengalaman pribadi saya, bayaran dari menulis di SP Suara Merdeka ada ketika suatu ketika para penulis dari Kendal semacam Zulkifli Masruch, Joko Wiyono dari Sukorejo, Anom Adi dari Kendal Kota, Kumaedi dari Patebon, dan Sobirin dari Brangsong mengajak bergabung mendirikan Komunitas Penulis Surat Pembaca ”Pena Tajam” dan membuat tabloid sendiri atas dukungan dari juragan emas, H Mastur Sukorejo.

Kemudian sekitar pertengahan Maret lima tahun lalu seorang Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro melalui perwira bernama Mayor Susanta mengajak saya untuk bergabung mengasuh rubrik bahasa inggris dan artikel di Majalah Gema Diponegoro karena baliau mencermati kepenulisan saya di rubrik SP ini sejak 1998.

Terakhir Kapolres Kendal AKBP Agus Suryo Nugroho malah memberikan kepercayaan bagi saya untuk menjadi Redaktur Pelaksana di Majalah Bhara Mitra Bahurekso milik Pokes tersebut. Lagi-lagi karena Pak Kapolres juga mereferensi dari ’’perjuangan’’ menulis saya di SM tercinta ini selama puluhan tahun. Terkadang kesetiaan dan idealisme menulis di SP memang ditertawakan, namun percayalah suatu saat kita akan memetik hasil manis dari perjuangan kita di ’’Jalan Pena’’ ini, tetap bersemangat dan maju terus para penulis Surat Pembaca.

Aryo Widianto
Jl Sriagung 234 Cepiring
Kendal 51352

***

Tabrak Lari di Perumnas Banyumanik

Pada tanggal 16 Desember 2010 telah terjadi tabrak lari di Perumnas Banyumanik, tepatnya di Jalan Meranti Raya depan kantor PDAM. Kejadianya sekitar jam 12.00, menimpa orang tua berumur 70 tahun lebih. Korban yang hendak menyeberang ditabrak oleh kendaraan bermotor sehingga jatuh telungkup. Korban dapat segera ditolong oleh masyarakat dan diantar ke rumah sakit. Menurut kabar korban sampai beberapa hari masuk rumah sakit.

Namun sangat disayangkan si penabrak alias pengemudi motor malah lari begitu saja meninggalkan korban. Melalui surat pembaca ini saya mengetuk hati yang dalam, hal ini si penabrak, agar dapat dengan legawa untuk datang minta maaf. Pendek kata silaturahmi agar terjadi saling pengertian yang dalam. Ingat hukum alam bahwa siapa yang pernah membuat sakit orang juga akan dibalas, malah balasannya akan lebih berat. Apabila si penabrak ingin datang minta maaf, saya bersedia untuk mengantarkan ke tempat rumah korban. Semoga orang yang merasa telah berbuat, berkenan datang untuk bersilaturahmi, sehingga orang tadi akan terbebas dari siksa di neraka.

Parmanto SH,M.Hum
Pengurus FPSP
Jl Meranti Raya 301
Semarang

Pohon yang Baik Tak Berbuah Korup

Perbuatan korup merupakan penyakit dalam yang berakar di dalam jiwa manusia yang rusak akibat keakuan dan kesombongan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia korupsi adalah perbuatan yang buruk, contohnya  penggelapan uang , penerimaan uang sogok dan dalam bentuk yang serupa lain. Istilah tersebut cenderung mengarah pada tindakan penyelewengan yang terkait dengan kewenangan atau jabatan seseorang.

Sesuai perkembangan keadaan korupsi kini telah menjelma menjadi keserakahan dan kekuasaan. Manusia korup masa kini adalah manusia yang serakah dan ambisius yang di kendalikan oleh keserakahan, ketamakan akan materialisme dan dorongan untuk berkuasa. Keduanya saling melengkapi dan setalu berjalan beriringan.

Di era globalisasi korupsi merupakan salah satu kejahatan yang terorganisasi dan bersifat lintas batas teritorial atau transnasional. Kecanggihan modus operandi korupsi telah menyatu dengan sistem birokrasi yang korup. Sementara itu di lain pihak pemberantasan korupsi sering mengalami jalan buntu karena mendapat perlindungan dan dukungan dari negara yang bersangkutan dimana aset hasil korupsi itu disimpan.

Menurut penulis faktor dominan dari perilaku korup tidak lepas dari pengaruh politik dan kekuasaan. Di banyak negara termasuk republik kita tercinta, permainan politik yang terjadi selama ini merupakan implementasi dari semboyan ”tak ada kawan abadi, tak ada musuh abadi, yang ada hanya kepentingan abadi ”.

Artinya kepentingan kekuasaan yang dipolitisasi dapat melahirkan perilaku korup yang dapat membuat buta mata orang yang melihat dan memutarbalikkan kebenaran. Rakyat yang tidak melek politik akhirnya pasrah dan prihatin, tetapi kepasrahan ini justru kian membuat perilaku koruptif semakin merajalela.

Berangkat dari masalah tersebut, kita tentu menyakini kalau semua agama mengajarkan korupsi adalah tindakan tercela, baik dari sudut pandang cara (means) maupun dari sudut pandang akibat dan tujuan (ends).

Agama sebagai ”cagak urip manungsa” mengajarkan bahwa korupsi bertentangan dengan etos kerja. Manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya harus rajin, jujur dan selalu bersyukur atas apa yang bisa dikerjakan.

Disamping itu agama juga memandang negatif tindakan penyuapan, penyalahgunaan wewenang, penyelewengan kebijakan, manipulasi pajak, penindasan dan perampasan terhadap hak-hak orang lemah, serta memutarbalikan kebenaran yang ujungnya korupsi.

Secara moral perilaku korup bertentangan dengan hakikat manusia sebagai citra Allah yang seharusnya menjunjung tinggi harkat dan martabatnya lebih dari benda dan barang apa pun di dunia. Sebagai orang yang bermartabat seharusnya ada rasa takut berbuat korup, rasa malu melakukan korupsi dan rasa sesal terus-menerus berbuat korupsi.

Manusia sebagai ”pohon kehidupan” harus hidup menurut gambar Allah yang terhormat, bemartabat dan mulia. Ciptaan-Nya harus selalu melekat pada pribadi-Nya yang sempurna dan menaati sabda-Nya supaya buah yang berupa iri hati, dengki, keserakahan, roh materialistik serta pikiran-pikiran jahat untuk berperilaku korup, dapat terkikis habis dari dalam dirinya. Kemudian tergantikan dengan buah ”kemanisan” yang mengutamakan kebaikan, kebenaran dan keadilan.

Yoram Soekarno, SH
Aktivis FKKI, Semarang

***

Pelecehan Perempuan di Angkutan Umum

Pada umumnya perempuan pasti akan berusaha menjaga diri sendiri dari tindak pelecehan dimana pun berada. Entah di pasar, jalan, di masyarakat atau yang lain.

Saya akan memaparkan bahwa pelecehan terhadap perempuan pun terjadi di kendaraan umum, baik di bus maupun angkot. Tindakan ini dilakukan oleh laki-laki yang menurut peritungan saya sudah beristeri, dan hal ini terjadi dalam situasi bus sedang penuh sesak oleh penumpang.

Dengan mimik muka tanpa malu ataupun risih diketahui orang lain, dia mulai melakukan aksinya dengan entah memegang, memepetkan diri, ataupun dengan menyentuh bagian tubuh yang seharusnya tidak boleh disentuh misalnya pantat, paha, tangan, dan punggung.

Kejadian itu pernah saya lihat berkali-kali di kendaraan umum, namun dikarenakan selalu saja dalam keadaan bus penuh sesak, membuat saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengingatkan.

Hal itu jelas membuat penumpang bus, terutama perempuan, menjadi tidak nyaman apalagi jika keadaan lalu lintas sedang macet, penumpang penuh sesak, dan ditambah dengan adanya laki-laki yang seperti itu.

Laki-laki semacam itu apakah sama sekali tidak pernah berpikir bagaimana kalau adik perempuannya, ibunya, isterinya, atau bahkan anak perempuannya dilecehkan seperti yang dia lakukan. Hal ini dulu pernah dijelaskan oleh guru MA saya yang ternyata berpendapat:

Perbuatan itu  dapat dikatagorikan dengan pelecehan. Penumpang bisa melaporkan ke pihak yang berwajib apabila mau, dengan tuduhan kasus pelecehan terhadap perempuan.

Hanya saja masyarakat Indonesia sudah terlalu menganggap biasa hal tersebut. Inilah yang menyebabkan para pelaku pelecehan di bus tetap melakukan aksinya tanpa beban apa pun.

Semoga dengan tulisan ini dapat sedikit membantu agar para perempuan yang menggunakan jasa kendaraan umum berhati-hati dan dapat menjaga diri dari tindak pelecehan laki-laki.

Jika akan naik angkutan umum, sebisa mungkin memilih tempat yang dekat dengan sesama perempuan. Dengan cara ini paling tidak meminimalkan tindak pelecehan.

Umi Afiyah
Desa Karangsono RT 01 RW 021
Mranggen, Demak

***

Sumbangan Harga Beras bagi Pensiunan

Kami para pensiunan merasa prihatin menghadapi lonjakan harga beras. Sekarang ini sudah mencapai Rp 7.000/kg, sedangkan sumbangan harga beras yang kami terima sekarang Rp 4.950/kg.

Dengan adanya lonjakan harga beras tersebut sangat layak jika pihak yang berwenang menaikkan sumbangan harga beras dari Rp 4.950/kg disesuaikan dengan harga beras di pasaran. Bersama kami bisa.

Soengkowo
JI Kanoman No 131
Purbalingga
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER