panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
14 Januari 2011
Gagasan
Peran Komite Sekolah
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menyatakan dengan jelas bahwa peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam proses pendidikan di sekolah. Peran serta tersebut dapat berupa perorangan, kelompok, maupun organisasi. Komite sekolah menjadi salah satu jembatan antara masyarakat dengan institusi sekolah.

Dengan demikian seharusnya terjadi komunikasi yang baik dan cukup antara komite sekolah, masyarakat, serta pihak sekolah. Hanya dengan komunikasi yang cukup dan baik maka apa yang terkandung dalam UU Sisdiknas dapat berjalan dengan baik dan benar. Tetapi bagaimana keadaan yang terjadi di lapangan.

Jangankan berkomunikasi dengan cukup dan baik, mengenal para anggota serta saluran komunikasi tertuju komite sekolah (HP, email, dll) tidak. Masih banyak orang tua murid yang belum tahu. Bahkan sudah mencoba cari tahu tapi tidak diberitahu.

Mungkinkah apa yang terkandung dalam UU Sisdiknas tersebut dapat terlaksana dengan baik dan benar?  Tidak mungkin bukan?  Peran serta masyarakat akan minim bukan?  Apakah masyarakat tidak punya aspirasi/ide untuk kemajuan pendidikan? Apakah perumusan UU Sisdiknas masih belum tepat dengan pola pemberdayaan peran serta masyarakat?  Ataukah pihak sekolah tidak ingin masyarakat terlalu ikut campur dalam urusan pendidikan terkecuali soal pembiayaan?  Beberapa pertanyaan yang patut direnungkan serta ditemukan jawaban dan solusinya.

Komite sekolah memiliki peran: Sebagai lembaga pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan     pendidikan di satuan pendidikan. Sebagai lembaga pendukung (supporting agency), baik yang berujud finansial, pemikiran, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. Sebagai lembaga pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. Sebagai lembaga mediator (mediator agency) antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuan pendidikan.

Dari keempat peran itu, yang paling nampak menonjol ialah peran ke-2 (supporting agency), sedangkan peran ke-1, 3, dan 4 pada kenyataan di lapangan masih sangat kurang. Saya pernah menyurati seorang ketua komite sekolah dimana anak saya menempuh pendidikan dasar (SMP Negeri) beserta identitas, alamat, nomor HP, dan email, dengan harapan akan dapat terjalin komunikasi dengan baik.

Namun jangankan komunikasi, sekedar ucapan terima kasih atau say hello via sms/email saja tidak saya peroleh dari ketua komite tersebut.
Inikah yang dinamakan jembatan antara sekolah dan masyarakat?  Saya juga pernah mencoba meminta laporan keuangan sekolah secara rinci kepada komite sekolah terkait pendanaan pendidikan, baik dana swadaya (orang tua siswa dan masyarakat) maupun dana dari pemerintah (BOS, DAK, block grant), namun tidak kunjung diberikan oleh komite sekolah.

Inikah proses transparansi?  Bagaimana institusi pendidikan akan maju kalau trasparansi dalam institusi mulia pencetak generasi penerus bangsa ini saja belum dapat berjalan dengan baik? Saya akan terus mengupayakan transparansi ini hingga ke Komisi Informasi selaku lembaga pengemban amanat undang-undang keterbukaan informasi publik disertai harapan akan dapat termuat oleh media proses pembelajaran transparansi ini oleh badan publik, terkhusus lembaga pendidikan formal.  Institusi pendidikan adalah institusi yang vital dan mulia.

Kemudian fungsi komite sekolah: Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang      bermutu. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha dan dunia industri dan pemerintah berkenaan dengan penyelengaraan pendidikan bermutu. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat.

Sudahkah fungsi ke-3 tersebut berjalan dengan baik?  Pernahkah komite sekolah mengundang para orang tua siswa untuk sarasehan tentang pelaksanaan pendidikan di sekolah, selain persoalan menyangkut pendanaan?  Apakah persoalan pendidikan yang utama ialah soal pendanaan?  Atau komite sekolah sekedar menunggu dengan pasif aspirasi dari masyarakat?  Sudahkah terjalin komunikasi yang interaktif?

Beberapa pertanyaan tertujukan pada para anggota komite sekolah dimana pun.

Tahukah tugas, peran, dan fungsi Anda sebagai komite sekolah? Sudahkah tugas, peran, dan fungsi tersebut dijalankan? Semoga para anggota komite sekolah memahami dan dapat melaksanakan peran dan fungsinya dengan baik dan benar demi kemajuan pendidikan sesuai amanat undang-undang, peraturan, dan UUD 1945.

Nugroho Catur A
Pucang Anom Timur 2/57
Mranggen, Demak
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER