panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Hukum
06 Januari 2011
KPK Ajukan Banding Kasus Manipulasi Pajak
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas vonis ringan terhadap tiga terdakwa manipulasi pajak.

’’Kami akan mengajukan banding,’’ kata Direktur Penuntutan KPK Ferry Wibisono kepada wartawan, kemarin.
Dia menanggapi vonis ringan terhadap tiga terdakwa kasus manipulasi pajak Bank Jawa Barat, yakni Roy Yuliandri, Muhammad Yazid dan Dien Rajana Mulya. Ketiganya masing-masing dituntut 7,5 tahun oleh jaksa. Namun, hakim hanya memvonis hukuman antara 1,5 hingga 3 tahun penjara.

Menurutnya, KPK yakin para terdakwa terbukti melakukan tindak pidana seperti dakwaan primer, yakni pasal 12a UU Tindak Pidana Korupsi. Meski majelis menilai bahwa terdakwa hanya terbukti melakukan tindak pidana seperti didakwakan dalam pasal 5 ayat (2) UU Tipikor.

Ferry menjelaskan, mantan Kepala Pemeriksaan dan Penyidik Pajak Bandung Eddi Setiadi yang dijerat terlebih dahulu terbukti bersalah seperti dakwaan primer pasal 12a UU Tipikor. Eddi merupakan atasan tiga terdakwa yang menjadi otak, sedangkan para terdakwa merupakan pelaksana terjadinya tindak pidana tersebut.
’’Eddi dan tiga terdakwa lain memiliki peran yang sama. Tanpa peran ketiga terdakwa tindak pidana tidak akan terjadi,’’ tambahnya.

Seharusnya terdakwa kasus tindak pidana perpajakan dihukum berat karena kasus pidana pajak sangat menyakiti hati rakyat. ’’Sudah saatnya tindak pidana perpajakan ditinggikan hukumannya,’’ tegasnya.

Terbukti

Tiga terdakwa kasus manipulasi pajak Bank Jawa Barat tersebut terbukti menerima imbalan saat menurunkan kewajiban pajak Bank Jabar tahun 2001-2002.
Menurut hakim, pada sekitar 2003-2004 para terdakwa memeriksa kewajiban pajak kurang bayar Bank Jabar pada 2001 yang jumlahnya mencapai Rp 129,29 miliar.
Tim pemeriksa mengurangi nilainya menjadi Rp 74,09 miliar, dan akhirnya diturunkan lagi menjadi Rp 4,97 miliar. Atas penurunan pajak tahun 2001 ini tim menerima imbalan Rp 1 miliar.

Adapun kekurangan pajak periode 2002 semula berjumlah Rp 51,80 miliar diturunkan menjadi Rp 25,57 miliar, dan diturunkan lagi menjadi Rp 7,27 miliar. Untuk penurunan kali ini, tim pajak menerima imbalan sebesar Rp 1,55 miliar.
Kemudian uang berjumlah Rp 2,55 miliar itu dibagi-bagikan ke seluruh tim pemeriksa pajak. Eddi Setiadi, bekas Kepala Pemeriksaan dan Penyidik Pajak Bandung, yang lebih dahulu dihukum dalam kasus ini, mengambil jatah Rp 565 juta. Sementara Roy menerima Rp 500 juta, Yazid menerima Rp 475 juta, dan Dien menerima Rp 310 juta.(J13-25,35)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER