panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
22 Desember 2010
Puluhan Rumah Terancam Roboh
  • Pergerakan Tanah Kian Parah
BUMIAYU - Pergerakan tanah di Dukuh Petahanan Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu, Brebes, kian menjadi. Akibatnya, enam rumah yang semula retak-retak, dua di antaranya roboh, Senin malam (20/12). Sementara puluhan rumah lainnya terancam bahaya yang sama.

Seperti diberitakan sebelumnya (SM, 21/12), tanah bergerak melanda pedukuhan tersebut Minggu malam. Bencana tersebut mengakibatkan enam rumah milik Rasingad (57), Juned (37), Slamet (40), Kayem (55), Wahid (50) dan Wartono (35) dan seluruh penghuninya mengungsi.

Ketua RT 07 Dukuh Petahanan, Sakwad mengatakan, tanah lingkungan tempat tinggal warga terus bergerak. Kondisi tersebut dipicu hujan lebat sepanjang Senin (20/12) sore hingga malam. Retakan tanah yang semula berkedalaman lima sentimeter hingga 10 sentimeter, kini bertambah mencapai lebih dari 20 sentimeter.
Sekitar pukul 19.30, rumah milik Rasngad dan Juned yang berada persis di titik retakan, roboh. ”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena seluruh penghuninya telah mengungsi sejak Minggu malam lalu,” katanya, kemarin.

Menyusul peristiwa itu, puluhan warga membongkar enam rumah lainnya karena kondisinya mengkhawatirkan. Tindakan tersebut dilakukan untuk menyelamatkan material rumah seperti kusen dan genteng. Pergerakan tanah yang terus mengalami peningkatan membuat membuat cemas sekitar 20 kepala keluarga lainnya. Kini, setiap malam mereka mengungsi, karena rumah tinggalnya terancam bahaya yang sama. ”Setiap malam ibu-ibu dan anak mengungsi, sementara kaum lelaki berjaga-jaga,” kata Sakwad.

Berdasarkan catatan pemerintah desa setempat, kejadian tanah bergerak kali ini merupakan yang terparah dibandingkan dua peristiwa terdahulu. Menyusul itu, pemerintah desa mempertimbangkan upaya relokasi sekalipun belum ketemu lokasinya. Sampai kemarin, bantuan logistik belum diterima warga yang mengungsi. Padahal, bantuan tersebut sangat diperlukan, mengingat bencana tersebut menghambat aktivitas mereka sehari-hari. 

Kasi Kesos Kecamatan Bumiayu Eko Purwanto mengatakan, pemerintah setempat terus memantau perkembangan dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan.
”Hari ini, Pak Camat sedang ke Brebes untuk melaporkan kondisi terkini di lokasi bencana, sekaligus menunggu arahan atau instruksi dari kabupaten,” kata Eko dihubungi melalui telepon selularnya.

Jembatan Putus

Sementara itu, dari Kecamatan Sirampog dilaporkan, jembatan Plompong yang membentang sepanjang hampir 90 meter di atas Sungai Keruh putus, Senin malam (20/12) sekitar pukul 22.30. Akibatnya, lalu lintas warga maupun kendaraan dari Desa Plompong menuju pusat kecamatan lumpuh total.

Untuk bepergian ke luar desa, warga harus menyeberang sungai, atau memutar melalui dua kecamatan, yakni melewati jalur Cilibur (Kecamatan Paguyangan) -Langkap (Kecamatan Bumiayu).

Informasi diperoleh, jembatan tersebut putus setelah bagian sayap jembatan ambrol hingga memakan badan jalan jembatan.

”Aliran sungai yang meluap bergerak tepat menghantam bagian sayap jembatan. Karena tidak kuat, sayap jembatan dan badan jalan ambrol,” terang Nasikhudin, perangkat desa setempat. Dengan kondisi yang ada, potensi kerusakan yang lebih parah sangat mungkin terjadi, mengingat hujan terus mengguyur wilayah hulu Sungai Keruh. (H51-13)
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER