panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
09 Desember 2010
Banjir Hantui Purwokerto
  • Penyempitan Terjadi di Seluruh Sungai
PURWOKERTO- Ancaman banjir tetap menghantui warga Kota Purwokerto, pasalnya seluruh sungai dan saluran air yang mengaliri Kota Purwokerto mengalami penyempitan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pendayagunaan Air Baku Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas, Suroso, kemarin.

Menurutnya, penyempitan yang terjadi pada sungai-sungai yang mengalir di kota Purwokerto disebabkan adanya pembangunan pemukiman yang menjorok ke sungai.
Akibat penyempitan, maka penampang basah sungai menjadi semakin sempit. Kondisi itu menyebabkan daya tampung sungai semakin kecil, sehingga saat ada limpahan air dari daerah hulu tak sanggup menampung air.

“Sosialisasi terkait pendirian bangunan di bibir sungai sudah dilakukan hingga tingkat RT, terutama di wilayah Kecamatan Purwokerto Selatan,” tuturnya.

Ia mengatakan jarak bangunan dari bibir sungai yang bertanggul setidaknya mencapai tiga meter. Namun demikian, kenyataan di lapangan jarak antara bangunan dan bibir sungai seringkali kurang dari tiga meter, bahkan banyak pula ditemukan bangunan yang menjorok ke sungai.

Di kota Purwokerto, lanjut dia, setidaknya mengalir sepuluh sungai. Sungai tersebut antara lain Kranji, Kalibener, Bodas, Biru, dan Sungai Banjaran. Seluruhnya telah mengalami penyempitan.

Perubahan Fungsi

Kepala Bidang Sungai dan Air Baku Dinas SDABM Banyumas, Ariono Poerwanto, mengatakan banjir yang terjadi tak lepas dari perubahan fungsi saluran irigasi menjadi saluran pembuangan.

Menurutnya, dulu Purwokerto merupakan daerah pertanian yang subur. Maka dari itu sistem irigasi di wilayah ini berjalan dengan sangat baik. Namun demikian, seiring semakin berkembangnya zaman, lahan yang sebelumnya merupakan wilayah pertanian, berubah menjadi lahan pemukiman, dan niaga. Hal inilah yang memicu terjadinya banjir.

“saluran pembuangan didesain semakin luas di wilayah hilir, sedang saluran irigasi didesain semakin menyempit pada daerah hilir,” terangnya.

Ketidak sesuaian antara fungsi tersebutlah yang dinilai menyebabkan sungai tak mampu menampung air yang mengalir dari hulu. Akibatnya terjadilah luapan air yang akhirnya menyebabkan banjir.

Kepala Dinas SDABM Banyumas, Mayangkoro, mengatakan guna mengatasi peristiwa banjir seperti yang terjadi Minggu (5/12) lalu jajarannya akan melakukan koordinasi guna mengatasi penyempitan sungai.

“Bangunan di bibir sungai yang tak memiliki izin akan dibongkar, karena bisa menghalangi laju aliran sungai,” katanya.(K17-17) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER